Filled Under:

Mengatasi Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit

Mengatasi Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit, Pengertian Basidiomycotina ?, Divisi Basidiomycotina adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Secara esensial grup Ascomycota, mempunya 22,300 spesies. Basidiomycotina dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya); dan Heterobasidiomycetes. Basidimycotina dapat dibagi lagi menjadi 3 kelas, Hymenomycotina (Hymenomycetes),Ustilaginomycotina (Ustilaginomycetes), dan Teliomycotina (Urediniomycetes).
Basidimycotina mempunyai bentuk uniseluler dan multiseluler dan dapat bereproduksi secara generatif dan vegetatif. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia, mempunyai dikaryon.
Basidiomycotina pada tanaman kelapa sawit
Gejala dini penyakit ini sukar dideteksi karena perkembangan penyakit sangat lambat dan tidak diagnostik. Gejala mudah dilihat apabila sudah gejala lanjut atau sudah membentuk tubuh buah, akibatnya tindakan pengendalian sudah sulit dilakukan.

Pada tanaman belum menghasilkan (TBM) gejala yang muncul adalah daun kuning kemudian mengering dan nekrosis dari pelepah bawah terus ke pelepah atas dan akhirnya tanaman semua mengering dan mati. Tubuh buah jarang sekali ditemukan pada pangkal batang. Pembusukan pangkal batang juga terjadi pada tanaman TBM.
Mengatasi Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit
Gejala pada tanaman menghasilkan (TM) lebih mudah ditemukan yaitu daun menguning pucat diikuti dengan akumulasi daun tombak. Pada gejala yang lebih lanjut di tandai dengan patahnya pelepah bagian bawah dan menggantung (sengkleh). Pada pangkal batang atau bagian tengah tanaman kelapa sawit mengalami pembusukan yang kadang-kadang diikuti tumbuhnya tubuh buah Ganoderma.

Tetapi tidak semua tanaman bergejala menghasilkan tubuh buah, bahkan tidak ada gejala sedikit pun. Secara tiba-tiba pohon kelapa sawit tumbang dan bagian dalam batang telah mengalami pembusukan.

Selain itu juga ada gejala internal yaitu terjadinya pembusukan di pangkal batang. Pada jaringan batang yang busuk, lesio tampak sebagai daerah berwarna coklat muda disertai adanya daerah berwarna gelap berbentuk pita tidak beraturan. Pita ini sering disebut sebagai zona reaksi yang mengandung getah.

Secara mikroskopis gejala internal akar yang terserang Ganoderma mirip pada batang yang terinfeksi. Jaringan korteks akar yang sakit berubah warna dari putih menjadi coklat. Pada serangan yang sudah lanjut, jaringan korteks rapuh dan mudah hancur.



Tentang basidiomycota
Tentang basidiomycota
Ciri-ciri basidiomycota
  1. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis
  2. Hyfanya bersekat
  3. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat
  4. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme
  5. Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium
  6. Miselia dikariotik berumur panjang
  7. Memiliki tahapan diploid sementara
  8. Habitat jamur yang saprofit pada sisa – sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentukmikoriza.
Struktur tubuh
Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetatif  basidiomycota  terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya). Misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun.  Jalinan hifa generatif ada yang membentuh tubuh buah dan ada yang tidak. Tubuh buah disebut basidiokarp
Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti paying, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative.

Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.

Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut.


Penyebab penyakit dan mekanisme penyebaran
Penyebab penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit di Indonesia adalah jamur Ganoderma boninense. Penularan penyakit ini sebagian besar melalui mekanisme kontak akar sawit sakit dan sangat kecil melalui basidiospora.

Pengendalian Basidiomycota
a. Sensus
sensus semua tanaman kelapa sawit pokok per pokok. tentukan menjadi dua gejala yaitu gejala berat (buah tidak ada dan siap tumbang) dan gejala ringan (buah masih ada dan tanaman masih kokoh berdiri).

b. Penanganan dini
berdasarkan hasil sensus, kebun kelapa sawit yang masih rendah kejadian penyakitnya dilakukan tindakan pencegahan penularan penyakit. ini biasa terjadi pada kebun masih generasi I. Tanaman kelapa sawit dibongkar dan diangkat bole-nya. Batang kelapa sawit sakit dicincang dan dibakar atau dikeluarkan dari kebun. Penghancuran batang kelapa sawit dapat juga kimiawi biologis.

c. Perlindungan tanaman kelapa sawit
perlindungan dimulai dengan pembuatan lubang besar (big hole) 2,8 X 2,8 m dan pemberian tankos pada lubang besar tersebut. penambahan agen antagonis misalnya jamur yaitu sebanyak 10 g di pembibitan, 400 gram dilubang tanam, dan 200 gram dipiringan.

eradikasi sumber inokulum potensial Ganoderma. Eradikasi dapat dilakukan secara fisik, mekanis, dan biologis.
Sumber: wikipedia, koran Sinar Tani dan blog klikpertanian.