Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Syarat Tumbuh Bunga Mawar

Bunga mawar
Syarat Tumbuh Bunga Mawar - Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari holand (Belanda). Mawar yang banyak adalah tipe Hybrid Tea dan Medium,memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat roduktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun.

Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia antara lain : Coctail, Diplomat, Idole, Jacaranda, Laminuette, Osiana, Pareo, Samorai, Sonate de Meilland, Sonia, Sweet Sonia, Tineke, Vivaldi, White Success dan Yonina. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times, Jaguar, Sissel, Laser, dan Kiss. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm, tipe Medium 40-60 cm.

Sedangkan beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan untuk dibudidayakan didataran rendah antara lain: Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman.

Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rosanales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Species : Rosa damascena Mill., R. multiflora Thunb., R. hybrida Hort., dan lain-lain.

Seperti budidaya tanaman pada umumnya, dalam membudidayakan Mawar ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar tanaman Mawar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Beberapa syarat tumbuh pada budidaya Mawar adalah

A. Iklim

Iklim itu sendiri terdiri dari beberapa faktor, yaitu :
Angin, dalam budidaya Mawar, angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.
Curah hujan, bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik kisaran curah hujan adalah 1500-3000 mm/tahun. Sedangkan penyinaran matahari yang diperlukan oleh tanaman Mawar antara 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang dapat menyebabkan tanaman kering.
Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %.

B. Media Tanam

Media tanam yang diperlukan dalam budidaya Mawar adalah sebagai berikut :
1. Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik.
2. Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
3. Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsur- unsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.

C. Ketinggian Tempat

Mawar tumbuh baik pada:
1. Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C.
2. Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14-16 derajat C, maksimum 24–27 derajat C.
3. Ketinggian 1400 m dpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 derajat C dan maksimum 19,5-22,6 derajat C.

Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. Sehingga tanaman Mawar cocok dijadikan sebagai tanaman agrobisnis andalan.

Sumber : 

http://binaukm.com/
http://gemawirausaha.blogspot.com/2012/05/syarat-tumbuh-budidaya-mawar.html


Sistem Pengolahan Tanah Agar Terhindar Dari Erosi

Erosi adalah suatu proses penghancuran tanah (detached) dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angina, gletser atau gravitasi. Di Indonesia erosi yang terpenting adalah disebabkan oleh air dan sering kita temui pada tanah yang berada di lereng gunung . 

Jenis-jenis Erosi oleh Air
1 Pelarutan
Tanah kapur mudah dilarutkan air sehingga di daerah kapur sering ditemukan sungai-sungai di bawah tanah.
2. Erosi percikan (splash erosion)
Curah hujan yang jatuh langsung ke tanah dapat melemparkan butir-butir tanah sampai setinggi 1 meter ke udara. Di daerah yang berlereng, tanah yang terlempar tersebut umumnya jatuh ke lereng di bawahnya.
3. Erosi lembar (sheet erosion)
Pemindahan tanah terjadi lembar demi lembar (lapis demi lapis) mulai dari lapisan yang paling atas. Erosi ini sepintas lalu tidak terlihat, karena kehilangan lapisanlapisan tanah seragam, tetapi dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.
4. Erosi alur (rill erosion)
Dimulai dengan genangan-genangan kecil setempat-setempat di suatu lereng, maka bila air dalam genangan itu mengalir, terbentuklah alur-alur bekas aliran air tersebut. Alur-alur itu mudah dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa.
5. Erosi gully (gully erosion)
Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur tersebut di atas. Karena alur yang terus menerus digerus oleh aliran air terutama di daerah-daerah yang banyak hujan, maka alur-alur tersebut menjadi dalam dan lebar dengan aliran air yang lebih kuat. Alur-alur tersebut tidak dapat hilang dengan pengolahan tanah biasa.
6. Erosi parit (channel erosion)
Parit-parit yang besar sering masih terus mengalir lama setelah hujan berhenti. Aliran air dalam parit ini dapat mengikis dasar parit atau dinding-dinding tebing parit di bawah permukaan air, sehingga tebing diatasnya dapat runtuh ke dasar parit. Adanya gejala meander dari alirannya dapat meningkatkan pengikisan tebing di tempat-tempat tertentu.
7. Longsor
Tanah longsor terjadi karena gaya gravitasi. Biasanya karena tanah di bagian bawah tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukar ketembus air) seperti batuan liat. Dalam musim hujan tanah diatasnya menjadi jenuh air sehingga berat, dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licin tersebut sebagai tanah longsor.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Erosi
Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya erosi air adalah :
1. Curah hujan
Sifat-sifat yang perlu diketahui adalah:
-Intensitas hujan: menunjukkan banyaknya curah hujan persatuan waktu. Biasanya dinyatakan dalam mm/jam atau cm/jam.
-Jumlah hujan: menunjukkan banyaknya air hujan selama terjadi hujan, se-lama satu bulan atau selama satu tahun dan sebagainya.
-Distribusi hujan: menunjukkan penyebaran waktu terjadinya hujan.

2. Sifat-sifat tanah
Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi adalah:
-Tekstur tanah: tanah dengan tekstur kasar seperti pasir adalah tahan terhadap erosi, karena butir-butir yang besar (kasar) tersebut memerlukan lebih banyak tenaga untuk mengangkut. Tekstur halus seperti liat, tahan terhadap erosi karena daya rekat yang kuat sehingga gumpalannya sukar dihancurkan. Tekstur tanah yang paling peka terhadap erosi adalah debu dan pasir sangat halus. Oleh karena itu makin tinggi kandungan debu dalam tanah, maka tanah menjadi makin peka terhadap erosi.
-Bentuk dan kemantapan stuktur tanah
Bentuk struktur tanah yang membulat (granuler, remah, gumpal membulat) menghasilkan tanah dengan daya serap tinggi sehingga air mudah meresap ke dalam tanah, dan aliran permukaan menjadi kecil, sehingga erosi juga kecil. Struktur tanah yang mantap tidak akan mudah hancur oleh pukulan-pukulan air hujan, akan tahan terhadap erosi. Sebaliknya struktur tanah yang tidak mantap, sangat mudah oleh pukulan air hujan, menjadi butir-butir halus sehingga menutup pori-pori tanah. Akibatnya air infiltrasi terhambat dan aliran permukaan meningkat yang berarti erosi juga akan meningkat.
-Daya infiltrasi tanah
Apabila daya infiltrasi tanah besar, berarti air mudah meresap ke dalam tanah, sehingga aliran permukaan kecil dan erosi juga kecil.
-Kandungan bahan organik
Kandungan bahan organik menentukan kepekaan tanah terhadap erosi karena bahan organik mempengaruhi kemantapan struktur tanah. Tanah yang mantap tahan terhadap erosi.

3. Lereng
Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam atau semakin panjang. Apabila lereng makin curam maka kecepatan aliran permukaan meningkat sehingga kekuatan mengangkut meningkat pula. Lereng yang semakin panjang menyebabkan volume air yang mengalir menjadi semakin besar.

4. Vegetasi (tumbuhan)
Pengaruh vegetasi terhadap erosi adalah:
-Menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung di permukaan tanah, sehingga kekuatan untuk menghancurkan tanah dapat dikurangi.
- Menghambat aliran permukaan dan memperbanyak air infiltrasi.
- Penyerapan air kedalam tanah diperkuat oleh transpirasi (penguapan) melalui vegetasi.
Hutan paling efektif dalam mencegah erosi karena daun-daunnya dan rumputnya rapat. Untuk pencegahan erosi paling sedikit 70% tanah harus tertutup vegetasi.

5. Manusia
Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diubah oleh manusia menjadi lebih baik atau buruk. Pembuatan teras-teras pada tanah berlereng curam merupakan pengaruh baik manusia, karena dapat mengurangi erosi. Sebaliknya penggundulan hutan di daerah pegunungan merupakan pengaruh yang jelek karena dapat menyebabkan erosi dan banjir.
Metode Pengawetan Tanah
Metode pengawet tanah pada umumnya dilakukan untuk:
1. Melindungi tanah dari curahan langsung air hujan.
2. Meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah.
3. Mengurangi run off (aliran air di permukaan tanah).
4. Meningkatkan stabilitas agregat tanah

Beberapa metode pengawetan tanah dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Metode Vegetatif
Metode vegetatif adalah metode pengawetan tanah dengan cara menanam vegetasi (tumbuhan) pada lahan yang dilestarikan. Metode ini sangat efektif dalam pengontrolan erosi. Ada beberapa cara mengawetkan tanah melalui metode vegetatif antara lain:
a. Penghijauan, yaitu penanaman kembali hutan-hutan gundul dengan jenis tanaman tahunan seperti akasia, angsana, flamboyant. Fungsinya untuk mencegah erosi, mempertahankan kesuburan tanah, dan menyerap debu/ kotoran di udara lapisan bawah.
b. Reboisasi, yaitu penanaman kembali hutan gundul dengan jenis tanaman keras seperti pinus, jati, rasamala, cemara. Fungsinya untuk menahan erosi dan diambil kayunya.
c. Penanaman secara kontur (contour strip cropping), yaitu menanami lahan searah dengan garis kontur. Fungsinya untuk menghambat kecepatan aliran air dan memperbesar resapan air ke dalam tanah. Cara ini sangat cocok dilakukan pada lahan dengan kemiringan 3 – 8%
d. Penanaman tumbuhan penutup tanah (buffering), yaitu menanam lahan dengan tumbuhan keras seperti pinus, jati, cemara. Fungsinya untuk menghambat penghancuran tanah permukaan oleh air hujan, memperlambat erosi dan memperkaya bahan organik tanah.
e. Penanaman tanaman secara berbaris (strip cropping), yaitu melakukan penanaman berbagai jenis tanaman secara berbaris (larikan). Penanaman berbaris tegak lurus terhadap arah aliran air atau arah angin. Pada daerah yang hampir datar jarak tanaman diperbesar, pada kemiringan lebih dari 8% jarak tanaman dirapatkan. Fungsinya untuk mengurangi kecepatan erosi dan mempertahankan kesuburan tanah.
f. Pergiliran tanaman (croprotation), yaitu penanaman tanaman secara bergantian (bergilir) dalam satu lahan. Jenis tanamannya disesuaikan dengan musim. Fungsinya untuk menjaga agar kesuburan tanah tidak berkurang.

2. Metode Mekanik/Teknik
Metode mekanik adalah metode mengawetkan tanah melalui teknik-teknik pengolahan tanah yang dapat memperlambat aliran permukaan (run off), menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan tidak merusak.
Beberapa cara yang umum dilakukan pada metode mekanik antara lain:
a. Pengolahan tanah menurut garis kontur (contour village), yaitu pengolahan tanah sejajar garis kontur. Fungsinya untuk menghambat aliran air, dan memperbesar resapan air.
b. Pembuatan tanggul/guludan/pematang bersaluran, yaitu dalam pembuatan tanggul sejajar dengan kontur. Fungsinya agar air hujan dapat tertampung dan meresap ke dalam tanah. Pada tanggul dapat ditanami palawija.
c. Pembuatan teras (terrassering), yaitu membuat teras-teras (tangga-tangga) pada lahan miring dengan lereng yang panjang. Fungsinya untuk memperpendek panjang lereng, memperbesar resapan air dan mengurangi erosi.
d. Pembuatan saluran air (drainase). Saluran pelepasan air ini dibuat untuk memotong lereng panjang menjadi lereng yang pendek, sehingga aliran dapat diperlambat dan mengatur aliran air sampai ke sungai. Metode pengawetan tanah akan sangat efektif apabila metode mekanik dikombinasikan dengan metode vegetatif misalnya terrassering dan buffering.

3. Metode Kimia
Metode kimia dilakukan dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah, yaitu meningkatkan kemantapan agregat (struktur tanah). Tanah dengan struktur yang mantap tidak mudah hancur oleh pukulan air hujan, sehingga air infiltrasi tetap besar dan aliran air permukaan (run off) tetap kecil. Penggunaan bahan kimia untuk pengawetan tanah belum banyak dilakukan, walaupun cukup efektif tetapi biayanya mahal. Pada saat sekarang ini umumnya masih dalam tingkat percobaan-percobaan. Beberapa jenis bahan kimia yang sering digunakan untuk tujuan ini antara lain Bitumen dan Krilium. Emulsi dari bahan kimia tersebut dicampur dengan air, misalnya dengan perbandingan 1:3, kemudian dicampur dengan tanah.


Tanda dan Cara Mengatasi Busuk Akar Tanaman

Tanda dan Cara Mengatasi Busuk Akar Tanaman
Mengatasi Busuk Akar 
Gejala penyakit
Akar tanaman yang sakit berwarna coklat atau kemerah-merahan dan membusuk (Gambar 14), sehingga tidak dapat menyerap air dan zat hara secara sempurna. Akibatnya pertumbuhan tanaman merana dan produksi buah sangat rendah. Pada bibit, penyakit dapat menyebabkan kematian. Demikian juga pada tanaman dewasa apabila tidak ada upaya pengendalian.
Patogen
Penyebab penyakit busuk akar ini ada dua macam:
Penyakit busuk akar coklat, disebabkan oleh cendawan Fomes noxius Corner
Penyakit busuk akar merah, disebabkan oleh cendawan  Ganoderma pseudoferreum (Wakef V. Overeem et Steinm).

Fomes noxius membentuk basidioma/ basidiokarp* yang permukaan atasnya berwarna coklat kemerahan pada pangkal batang terserang (Gambar 14A). Cendawan menular dengan 2 cara, yaitu: 1) dengan spora yang diterbangkan oleh angin dan menginfeksi melalui luka pada pangkal batang dan 2) kontak antara akar sakit dengan akar sehat dari tanaman lainnya.

Ganoderma pseudoferreum sebenarnya merupakan patogen sekunder yang memerlukan luka untuk menginfeksi tanaman sehat. Pertumbuhan cendawan ini lambat, sehingga gejala serangan seringkali muncul pada tanaman dewasa. Infeksi biasanya terjadi pada akar lateral dan berkembang ke arah leher/pangkal batang, kemudian ke akar lateral lainnya  melalui rizomorf* yang berwarna merah dengan ujung putih. Basidiokarp bervariasi, tetapi kebanyakan datar dan tipis, diameter 150—160 mm dan tebal pada dasarnya >40 mm, permukaan atasnya berwarna coklat dengan alur-alur atau tonjolan-tonjolan konsentris. Penularan melalui basidiospora yang terbawa angin mungkin terjadi, tetapi hal ini kurang meyakinkan.
Tanaman inang lain
Durian, karet, kakao, kelapa sawit, dan teh.
Pengamatan
Pengamatan bagian tanaman di atas tanah dengan memperhatikan perubahan pertumbuhan tanaman/warna daun, dilanjutkan pemeriksaan sistem perakaran.
Pengendalian
Cara kultur teknis
  • Pengaturan jarak tanam yang baik untuk mencegah kelembapan kebun.
  • Perbaikan drainase pada areal pertanaman
  • Penggunaan mulsa untuk meningkatkan suhu tanah.
Cara biologi
  • Penggunaan  agens hayati Trichoderma spp.
Cara kimiawi
  • Aplikasi desinfektan pada tanah persemaian dan kebun (lubang tanam) pertanaman manggis;
  • Penggunaan fungisida yang efektif, misalnya Cobox  dan Cupravit.
  • http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=332&Itemid=254


Waktu dan Cara Pemupukan Padi Yang Tepat

Salam pertanian!! Tema artikel kali ini yang akan membahas tentang dosis dan cara pemupukan tanaman padi merupakan jawaban beberapa rekan yang sharing dengan Gerbang Pertanian. Pertanyaan tentang  dosis dan cara pemupukan tanaman padi akan terlalu panjang jika saya jawab melalui SMS. Oleh karena itu untuk pertanyaan yang jawabannya lumayan panjang akan kami jawab melalui postingan saja, maka mohon maaf kalau jawabannya tidak cepat terjawab oleh kami.
Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan dosis dan cara pemupukan tanaman padi sangatlah sulit karena dosis pemupukan tanaman padi sangat relatif sekali, sangat tergantung dari cuaca atau iklim, jenis tanah, ketersediaan unsur hara dalam tanah, ketersediaan bahan organik dalam tanah, varietas tanaman padi, jenis pupuk yang diberikan dan cara pemberian pupuk. Oleh karena itu jika artikel yang maspary tulis kali ini tidak sesuai dengan kebiasaan anda kami mengucapkan mohon maaf.

Seperti telah maspary tulis diatas bahwa dosis pupuk untuk tanaman padi sangatlah variatif sekali antara daerah yang satu dengan yang lain, antara petani yang satu dengan petani yang lain dan antar musim juga berbeda.  Kalau maspary boleh merekomendasikan justru gunakan ilmu titen anda, maksudnya cobalah dengan dosis yang kecil dulu kalau hasilnya kurang bagus baru dinaikkan dosisnya pada musim yang akan datang. Anda tentunya yang lebih paham dengan kondisi tanah anda.

Sebagai gambaran saja untuk tanah normal pemerintah memberikanrekomendasi pupuk untuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg - 250 kg, SP36 100 kg - 150 kg dan KCl 75 kg - 100 kg. Jika menggunakan NPK dosisnya adalah 100 kg urea dan 300 kg NPK. Itu hanya dosis anjuran, untuk menentukan dosis secara tepat maka anda harus melakukan uji coba pada tanah milik anda sendiri baik itu antar musim maupun antar lokasi.

Berikan pupuk menurut prediksi anda dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum. Jika belum lakukan pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai anda menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi anda. Tapi dalam pemeberiannya jangan terlalu jauh melampaui anjuran pemerintah tersebut diatas.

Waktu pemberian pupuk pada tanaman padi juga sangat bervariasi, tetapi menurut maspary adalah sebagai berikut:
  1. Jika anda menggunakan Urea, SP36 dan KCl (200-250 Kg : 100-150 Kg : 75-100 Kg /ha). Satu hari sebelum tanam lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah umur 7 hst lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCl 50%. Ketika umur 20 hst lakukan penyebaran urea 40 % dan setelah berumur 30 hst lakukan penyebaran urea 30% dan KCl 50%. Jika anda menggunakan Urea, SP36 dan KCl namun anda mempunyai BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti diatas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi urea 30% ditambah KCl 50%), tetapi setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan BWN. Jika hasil pengetesan tersebut dirasa butuh penambahan urea baru lakukan penambahan sedikit saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan sampai tanaman padi berumur 40 hst. Pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya.
  2. Jika anda menggunakan Urea dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg / ha). Umur 7 hst berikan urea 30% dan NPK Ponska 50%, pada umur 20 hst berikan urea 40% dan setelah umur 30 hst berikan urea 30% dan NPK Ponska 50%. Jika menggukan BWD aplikasi 7 hst berikan Ponska saja 50% tanpa urea, setelah satu minggu lakukan test dengan BWD jika hasil tes dirasa perlu penambahan urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya lakukan pengetesan setiap seminggu sekali dengan BWD. Ketikan umur 30 hst berikan Ponska yang 50%.
  3. Jika anda menggunakan Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg / ha). Berikan NPK pelangi 100% di saat padi berumur 1 hst. Setelah satu minggu berikan urea 30%. Ketika umur 20 hst berikan urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan urea yang 30%. Jika anda menggunakan BWD berikan NPK Pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukan test dengan BWD dan jika hasil test BWD dirasa perlu dilakukan penambahan lakukan penambahan urea 10% saja. Demikian seterusnya lakukan pemberian urea setelah melakukan test dengan BWD setiap 1 minggu sekali.
Beberapa cara aplikasi pupuk pada tanaman padi menurut maspary adalah :
  1. Taburkan secara merata pada areal sawah jika anda menggunakan sistem tegel.
  2. Jika anda menggunakan sistem tanam jajar legowo maka pemberian pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebaran dilakukan melalui legowo tersebut.
  3. Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan dan ditaruh diperempatan jarak tanaman padi. Jadi tidak disebar secara merata.
  4. Ada juga petani yang kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman lalu diinjak dengan satu kaki.
Semua itu terserah anda, jika ada waktu dan tenaga pemberian pupuk dengan cara dijimpit dan diinjak merupakan pemberian pupuk paling efektif karena bisa mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air. Namun jika anda merasa repot dan nggak ada waktu boleh disebar saja secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan padi versi Gerbang Pertanian semoga tidak menambah bingung pembaca semua. Semua yang kami tulis tersebut hanyalah merupakan pengalaman  kami dilapangan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para petani indonesia, dan tentunya maspary berharap  tulisan ini bisa membantu meningkatkan produksi petani semua (maspary).

FASE TUMBUH PADI
Dengan melihat 2 kondisi ini saja, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.
Kalau saya pribadi, untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.
Saya ambil contoh padi ciherang yang berumur 115 – 125 hari.
Biasanya pembagian fase-fase ini adalah sbb :
- persemaian 20 hari
- fase vegetatif 35 hst
- fase generatif reproduktif 36-65 hst
- fase generatif pematangan 66-100 hst
- PUPUK DASAR, Sswaktu bibit pindah tanam, bibit perlu waktu sekitar 8-12 hst atau rata-rata 10 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang. Dengan demikian akan maksimal menyerap unsur hara.
Jangan diberikan pada waktu 0-5 hst, sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam  kondisi stres. Artinya akar belum siap menerima pupuk. Bila kita berikan akan sia-sia, apalagi kita berikan pupuk urea dalam jumlah yang tinggi.  Sebab pupuk urea mudah menguap dan bersifat higroskopis. Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak.
- PUPUK SUSULAN KE-1 . Diberikan sekitar pekan ke 3  ( sekitar 21-25 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan. Sewaktu pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru.  Pada kondisi ini seperti ini, tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.
- PUPUK SUSULAN KE-2. Diberikan sekitar umur tanaman mencapai pekan ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal.
Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang saya sebutkan di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan. Dan hasilnya, kita sebagai petani akan puas memanennya sambil tersenyum. Semoga,,,
http://www.gerbangpertanian.com/2011/06/dosis-dan-cara-pemupukan-padi.html


Artikel Syarat Tumbuh Tanaman Padi

SYARAT TUMBUH TANAMAN PADI SAWAH

Tanaman padi dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai suhu panas dan banyak mengandung uap air, yaitu daerah yang mempuyai iklim panas dan lembab serta curah hujan 1500 - 2000 mm \ tahun dengan suhu udara lebih dari 23C . tanaman padi dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi tempat 1500 meter dpl. tanaman padi dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, tetapi untuk padi yang ditanam dilahan persawahan memerlukan syarat - syarat tertentu , karena tidak semua jenis tanah dapat dijadikan lahan tergenang air. sistim tanah sawah, lahan harus tetap tergenang air agar kebutuhan air tanaman padi tercukupi sepanjang musim tanam. oleh karena itu jenis tanah yang sulit menahan air kurang cocok dijadikan lahan persawahan. sebaiknya tanah yang sulit dilewati air sangat cocok dibuat lahan persawahan. ketebalan lapisan oleh tanah berkisar antara 18-22 dengan dengan derajat keasaman. 
http://dipertanskh.blogspot.com/2008/07/syarat-tumbuh-tanaman-padi_11.html


Cara Budidaya Buah Tin [Tanaman Berkhasiat]

Cara Budidaya Buah Tin [Tanaman Berkhasiat]
Budidaya Buah Tin

Cara Budidaya Buah Tin, Sebelum admin blog Anomali Dunia memberikan bagaimana cara budidaya buah tin yang baik dan benar terlebih dahulu kita perlu mengetahui kasiat dan manfaat tersembunyi dari buah tin itu sendiri.

MANFAAT BUAH TIN DITINJAU DARI ILMU KEDOKTERAN
1. Untuk mengobati susah buang air besar
Seduhlah 3 sampai 4 butir buah tin kering dalam gelas yang berisi air dingin pada sore hari, lalu pada pagi harinya buah ini dimakan dan airnya diminum.
2. Untuk mengobati penyakit usus atau lambung
Potong 6 sampai 7 buah tin kering, lalu tenggelamkan dalam minyak zaitun, dicampur beberapa potong jeruk nipis, lalu biarkan selama satu malam penuh dan potongan-potongan buah tin ini bisa dimakan beserta airnya pada pagi hari.
3. Untuk mengobati luka dan bisul
Balutkan buah tin yang kering yang telah dididihkan dengan susu untuk memecah buah tin yang kering ini agar terbuka bagian dalamnya secara keseluruhan. Didihkan selama beberapa menit dengan susu biasa. Setelah dingin, tutuplah luka dengan ramuan ini dan letakan bagian dalam buah tin ini tepat diatas luka, lalu ikat dengan kain dan perbarui pembalutan ini tiga sampai empat kali dalam sehari.
4. Untuk mengobati haid yang tidak teratur
Didihkan 25-30 daun tin dalam satu liter air, lalu minum. Ramuan ini untuk mengobati batuk juga gangguan haid, dan melancarkan haid. Ramuan ini berfungsi juga untuk obat kumur dan menyembuhkan peradangan pada gusi.
5. Seduhan buah tin kering
Ramuan ini dapat membantu memperlancar kencing dan ASI*
*dinukil dari buku an-Nabatat ath Thibbiyyah, Dr. Musthafa.


Didalam daging buah tin terdapat :
1. mengandung senyawa polyphenols yang tinggi, fungsinya sebagai antioksidan
2. Mengandung senyawa benzaldehyde dan coumarins yang merupakan bahan antti kanker dan anti tumor, swrta merawat kulit.
3. Mengandung serat, kalium dan magnesium yang berfungsi mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah tinggi.

Setelah mengetahui khasiat dan manfaat buah tin berikut ini adalah cara pembudidayaannya. 
Pohon tin / ara / figs yang dalam bahasa latinnya Ficus carica ini  berasal dari tanah Arab, kemudian menyebar ke Eropa, Asia, Amerika dan belahan dunia lainnya seperti Australia bahkan hingga ke seluruh daratan bumi kecuali wilayah kutub. Pohon tin memiliki karakter sangat menyukai guyuran matahari. Selain dikarenakan dari berasal dari negeri beriklim subtropis gurun, tanaman ini termasuk tanaman yang bandel atau tahan hidup di belahan bumi tropis seperti Indonesia. Budidaya buah tin dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan menanam bijinya inipun memakan waktu yang cukup lama dari berbagai cara tersebut berikut ini ada dua cara yang Raja Jempol anggap paling mudah dan efisien.

Dengan cara mencangkok
1. Pilihlah batang buah tin yang muda dan berkulit hijau karena perkaran lebih cepat dan banyak.
2. Persiapkan alatnya yaitu plastik transparan dan cocopeat murni
3. Membalut batang tin dengan cocopeat yang sudah dibungkus plastik transparan.
4. Panjang areal cangkokan cukup 10-15cm saja
5. Mengikat media cangkokan pada bagian pangkal dan ujungnya menggunakan tali rafia
6. Melakukan penyiraman media tanam cangkokan, setiap harinya lewat celah-celah yang disiapkan sebelumnya.
7. Umur 30-45 hari cangkokan sudah memiliki banyak peranakan, siap dipotong dan dipindah kemedia normal.

Dengan cara stek batang
1. Memotong-motong batang atau cabang tanaman tin yang sudah tua [kulit berwarna kecoklatan atau ungu] dengan ukuran 10-15 cm 
2. Bahan stek tadi dipotong miring
3. Setelah stek siap, kemudian disemai ditempat persemaian yang sudah terdapat media pasir atau cocopeat murno didalamnya.
4. Bekas potongan bagian atas pada bahan stek tadi dilapisi lilin untuk mencegah kebusukan.
5. Lakukan penyiraman setiap hari seraya menjaga media tanam tetap lembab
6. Umur 45 hari, bahan stek memiliki perkaran dalam jumlah banyak
7. Sa’at itu bahan stek siap dipindah kelahan baru atau pot dengan media normal.
Cara Budidaya Buah Tin
Bibit tanaman buah tin baik dari hasil cangkokan maupun stek lebih efesien ditanam dipot dibanding ditanam dalam lahan terbuka, terutama untuk kalangan warga perkotaan yang memiliki lahan sempit.


Menamam dalam pot media tanam yang disiapkan adalah campuran tanah, cocopeat, kotoran kambing dan sekam mentah dengan perbandingan 1:1:1:1. Media tanam ini diamsukkan kedalam pot dengan diameter 30-50 cm. Bahan pot dari smen, plastik, seng atau lainnya. Setelah media siap bibit buah tin dari cangkokan maupun stek ditanam didalamnya, perwatan cukup menyiram setiap 1-3 hari sekali. Agar pertumbuhan sempurna setiap 6 bulan sekali diberi kotoran kambing, cukup ditebar pada permukaan media tnama dan diaduk sedikit. Ketika berumur 4 bulan buah tin sudah mulai menghasilkan.[sumber agrobisnis]

Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan terimakasih sudah berkunjung.


Cara Agar Bunga Mawar Cepat Berbunga

Cara Agar Bunga Mawar Cepat Berbunga - Apakah anda memiliki hobi menanam bunga dan buah di dalam pot? Itu adalah salah satu hobi yang menyenangkan. Apalagi, kalau pot-pot yang penuh bunga dan buah itu ditata rapi di teras atau halaman rumah, pasti menambah asri. 

Tapi ada kalanya tanaman itu suka ngambek, tidak mau berbunga atau berbuah. Sebenarnya mudah saja untuk membuat mereka segera berbunga dan berbuah lagi. Hanya dibutuhkan sedikit kerajinan dan ketekunan. 

Cara Agar Bunga Mawar Cepat Berbunga
agar bunga mawar cepat berbunga
Menanam mawar bagi para hobiis tujuannya sudah jelas, yaitu untuk menikmati bunga yang indah dan harum. Disamping itu, keindahan warna-warna mawar juga memberikan mereka banyak pilihan. Saat ini terrcatat lebih dari 5.000 macam hibrida mawar yang ditanam di seluruh dunia. Sosoknya bervariasi, mulai dari yang tumbuh meninggi, menyemak, kecil mungil, atau memanjat. Jenis-jenis ini dikelompokkan dalam tea rosesalias mawar kuno, floribunda, grandiflora, climbing roses atau mawar pagar, hybrid tea, polyantha (baby rose), dan perpetual. Di antara jenis-jenis ini hybrid tea-lah yang umum dijadikan bunga potong. Lainnya lebih banyak ditanam sebagai elemen taman atau bunga pot.

Menanam mawar umumnya tidak sulit. Hanya saja ia membutuhkan perlakuan-perlakuan khusus, terutama pemangkasan yang merupakan salah satu kunci membungakan mawar. Namun demikian, semua tetap berawal dari cara penanaman yang tepat serta terpenuhinya kebutuhan mawar itu sendiri.

Lokasi dan media tanam mesti tepat
Lokasi terbaik untuk penanam mawar adalah yang mendapatkan sinar matahari penuh. Ditempat seperti ini bunga-bunga akan muncul lebih cepat. Meski demikian, di tempat yang mendapat cahaya matahari 5–6 jam per hari, masih bisa ditanami mawar. Mendapatkan cahaya matahari pagi lebih baik dibandingkan siang hari. Karenanya, pot mawar Anda sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memungkinkan mendapat penyinaran pagi.

Mawar menginginkan tanah yang berdrainase baik. Jadi, media tanam mawar haruslah tanah yang gembur dan kaya humus atau bahan organik. Daya tahannya terhadap air cukup baik, tetapi jangan sampai tergenang. Ia menyukai tanah yang sedikit masam atau dengan pH 6-6,8. Untuk penanaman dalam pot, digunakan media tanah, pupuk kandang, atau kompos dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Bila menggunakan media Super TW Plus cukup dicampur tanah dengan perbandingan 1 : 6. Pot yang baik terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. Dibagian dasar pot diletakkan pecahan genting atau arang setebal 1 cm sampai sepertiga bagian pot.

Langkah-langkah menanam dan merawat mawar
1.   Penyiapan media, pot, dan tanaman atau bibit
2.   Tanaman dikeluarkan dengan cara merobek polibag
3.   Mawar ditanamkan ke dalam pot
4.   Selesai ditanam, mawar harus disirami
5.   Pupuk bisa diberikan saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam
6. Pemangkasan untuk membentuk rumpun dimulai dari pangkal batang kemarau.
7.   Pemangkasan pada cabang utama untuk memperbanyak keluarnya bunga
8.   Pemangkasan untuk memperbesar bunga
9.  Bunga-bunga yang layu dipangkas untuk merangsang pembentukan bunga baru.

Penanaman
Waktu yang baik untuk menanam mawar adalah awal musim hujan. Namun, untuk penanaman dalam pot bisa dilakukan kapan saja sepanjang kebutuhan airnya terjamin. Begitu Anda tiba di rumah, tanaman yang baru dibeli umumnya dari polibag harus segera disiram hingga medianya cukup basah.

Sebelum dipindahkan ke dalam pot, bibit atau tanaman diairi sampai cukup basah. Selanjutnya, polibag disobek hingga seluruh tanaman dan medianya bisa dipindahkan ke dalam pot yang telah diisi sebagian media. Sisa media dimasukkan di sekeliling tanaman lalu dipadatkan pelan-pelan. Untuk bibit okulasi, bagian okulasinya harus tertanam 5 cm di dalam tanah. Bila kurang dari itu, tunas air akan banyak bermunculan. Sebaliknya kalau terlalu dalam akan terbentuk perakaran abnormal. Terakhir, sirami media tersebut.

Pemangkasan
Disamping pemeliharaan rutin berupa penyiraman setiap hari, gulma yang tumbuh dalam pot harus dibersihkan. Pemupukan juga diperlukan saat sebelum berbunga, sedang berbunga, dan ketika kuntum bunga layu. Pupuk yang dianjurkan adalah NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram per tanaman. Yang pertama, berikan sewaktu tanam atau 7-15 hari setelah tanam. Pemupukan berikut secara rutin 3-4 bulan sekali atau tergantung pertumbuhan tanaman.

Perawatan selanjutnya adalah pemangkasan. Ada beberapa tujuan pemangkasan, yaitu untuk mendapatkan bentuk, merangsang keluarnya bunga, memperbanyak bunga, dan memperbesar ukuran bunga. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim kemarau.

Pemangkasan bentuk biasanya sudah ada standar untuk masing-masing jenis mawar. Mulailah dengan memangkas batang atau cabang tanaman mulai ketinggian 7,5 cm dari permukaan tanah atau paling sedikit tersisa 5 mata tunas. Selanjutnya, 3-4 cabang primer dibiarkan tumbuh untuk dipangkas lagi setelah mencapai tinggi 25-60 cm, tergantung jenisnya. Jenis mawar yang tumbuhnya tinggi seperti climber, disisakan 60 cm, jenishybrid tea 45 cm, floribunda 37,5 cm, dan polyantha 25 cm. Sebagian cabang-cabang lain dipangkas dengan menyisakan dua mata kuncup paling atas yang menghadap ke luar untuk dipelihara pada periode pertumbuhan berikutnya.

Pemangkasan untuk merangsang keluarnya bunga dilakukan dengan memotong ranting atau cabang yang kuncup-kuncupnya telah layu. Potong cabang sedikit di atas pangkal tangkai daun kedua atau mata tunas. Pemotongan dilakukan miring 45° ke atas dan sejajar mata tunas. Sekitar 6-7 minggu kemudian, daun - daun baru akan bermunculan diikuti bunga.

Pemangkasan untuk memperbanyak bunga dilakukan dengan cara memotong cabang utama atau cabang yang sedang berbunga sekitar 4-6 mm dari mata tunas. Selain merangsang pembungaan, pemangkasan juga bisa memperbesar ukuran bunga. Caranya, petik semua kuncup - kuncup bunga pada ketiak cabang dan sisakan satu kuntum utama. Disamping itu, cabang-cabang tidak produktif atau tunas liar sebaiknya dibuang saja. Tunas liar dicirikan dengan buku-buku batang yang panjang, daunnya banyak, dan pertumbuhannya cepat.

Hama dan penyakit
Ada beberapa  hamadan penyakit utama pada mawar. Hama-hama penting itu antara lain, kutu daun atau aphid, kumbang, siput berbulu, tungau, thrips, ulat bulu, dan nematoda (cacing renik) akar. Sedangkan penyakitnya adalah bercak hitam, karat daun, embun tepung, bengkak pangkal batang, mosaik, bercak daun, cendawan upas, busuk bunga, kanker, dan penyakit fisiologis lainnya.

Kutu daun menyerang mawar dengan cara menginap cairan tanaman hingga daun dan bunga menjadi mengerut dan kering. Hama ini dikendalikan dengan cara menjaga kebersihan tanaman dan sekitarnya. Serangan yang berat bisa diatasi dengan penyemprotan insektisida semacam Decis 2,5 EC dan lain-lain.

Kumbang menyerang mawar dengan cara memakan daun dan tangkai bunga, sehingga menimbulkan lubang-lubang pada bagian yang diserang. Sama halnya dengan kumbang, gejala serangan siput berbulu juga berupa lubang-lubang pada daun, bahkan sering hanya tertinggal tulang daun saja. Siput ini bisa dibunuh secara manual. Caranya, rontokkan kepompong yang menempel pada tanaman. Serangan berat diatasi dengan moluskasida, misalnya Brestan 60.

Tungau juga menyerap cairan tanaman terutama bagian pucuk daun. Gejala ini meninggalkan titik-titik merah kekuningan atau abu-abu cokelat. Serangan berat diatasi dengan insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC. Tidak berbeda halnya dengan tungau, thrips juga mengisap cairan terutama bunga, daun, dan cabang. Untuk mengendalikannya dilakukan pemangkasan bagian tanaman yang terserang atau disemprot dengan insektisida Lannate 25 WP. Sementara itu, nematoda yang menyebabkan tanaman menjadi layu dan kerdil pertumbuhannya, diatasi dengan sterilisasi media tanam dan pergiliran tanaman. Taburkan Temik 10 G atau Furadan 3 G bila serangan berat.

Penyakit - penyakit umumnya dikendalikan dengan cara menjaga kebersihan sekitar tanaman. Bagian yang terserang sebaiknya langsung dibuang. Serangan berat diatasi dengan pemberian bakterisida atau fungisida tergantung jenis penyakit, misalnya Dithane M45 80 WP untuk penyakit embun tepung, karat daun, dan kanker. Sedangkan busuk bunga diatasi dengan pembungkusan bunga yang mulai mekar atau penyemprotan fungisida berbahan aktif benomil. Penyakit fisiologis diatasi dengan memberi pupuk berimbang terutama unsur N, P, K atau disemprot dengan pupuk daun yang tinggi kandungan unsur haranya. Ingin mawar anda berbunga lebat? Gunakan Pupuk NPK Bunga.
Apabila bunga mawar anda masih juga belum berbunga lebat, maka bersabarlah. Sekian mengenai Cara Agar Bunga Mawar Cepat Berbunga semoga tanaman bunga kebun anda cepat berbunga. dan terimakasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca.


Cara Menanam Buah Blewah

Cara Menanam Buah Blewah yang baik dan benar, Tahu kan anda dengan buah yang satu ini ?? Blewah merupakan salah satu buah yang sering digunakan sebagai campuran dalam minuman yang memberikan kesegaran. Dikarenakan kesegarannya, blewah sering sekali muncul pada momen bulan Ramadhan di mana buah tersebut digunakan sebagai campuran minuman berbuka puasa. Pada umumnya, blewah berbentuk bulat besar, namun ada juga yang berbentuk lonjong memanjang dengan warna jingga dan bercak kehijauan. Di dalamnya, buah blewah memiliki biji dengan daging buah berwarna jingga. Blewah banyak ditemukan di pasar tradisional. Tak jarang pula petani yang membudidayakan tanaman blewah. Blewah baik untuk dikonsumsi dikarenakan serat makanan, provitamin A, dan mineral kalium yang terkandung di dalamnya.
Cara Menanam Buah Blewah
menanam buah blewah

Cara Budidaya Buah Blewah

Cara budidaya blewah tidaklah susah, namun sangatlah mudah, efisien, dan tidak memerlukan biaya banyak. Cara menanam blewah kurang lebih sama dengan penanaman semangka. Teknik budidaya dimulai dengan penyiapan lahan tanah yang telah dilubangi. Akan lebih baik jika tanah tersebut juga dibajak. Kemudian, tanah tersebut diberi pupuk kandang. Untuk menjaga kadar kelembaban tanah, dolomit bisa digunakan setelah penaburan pupuk kandang. Kadar kelembaban tanah sebaiknya dijaga untuk mendapatkan kualitas tumbuhan yang baik. Selanjutnya, tanah diberi pupuk kimia dengan dosis 200 kg per hektar. Sebaiknya hal ini juga diperhatikan karena penggunaan dosis berlebih juga tidak baik untuk tanaman tersebut.

Penanaman Buah Blewah

Sementara itu, di tempat lain, benih blewah yang akan ditanam sebaiknya disiapkan terlebih dahulu. Benih blewah direndam dengan air selama kurang lebih 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga benih agar tidak mengalami kekeringan. Jika benih blewah tidak direndam, maka biji tersebut bisa menjadi kering dan tidak akan bisa tumbuh menjadi buah setelah ditanam. Setelah direndam selama satu hari, benih segera dibawa ke lahanpenanaman. Cara tanam blewah adalah dengan menaburkan dua atau tiga benih blewah ke dalam lubang tanah. Kemudian, lubang tanah yang telah dimasuki benih blewah tersebut ditimbun kembali dengan tanah. Jarak tanam adalah 70 cm untuk memberi celah ketika buah blewah telah tumbuh.

Perawatan Tanaman Buah Blewah

Agar mendapatkan hasil tanaman blewah yang berkualitas, perawatan blewah harus dilakukan dengan baik. Pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur 7 hari, 20 hari, dan 35 hari. Pupuk yang digunakan harus dicampur dengan air. Setelah itu, pupuk yang telah bercampur dengan air itu bisa disiramkan ke seluruh tanaman blewah secara merata. Baik pupuk kandang seperti kotoran ayam dan sisa dedaunan maupun pupuk kimia seperti urea bisa digunakan untuk pemupukan blewah. Jika perawatan tidak dilakukan dengan maksimal, tidak menutup kemungkinan tanaman akan terserang penyakit yang nantinya akan membuat kualitas buah yang dihasilkan menjadi buruk. Petani blewah kemungkinan juga akan mengalami kerugian.

Panen Buah Blewah

Buah blewah mulai bisa dipanen ketika telah berumur 50 hari. Dua kali panen bisa terjadi dalam sekali tanam. Jika penanaman dan perawatan dilakukan dengan maksimal, maka buah yang dihasilkan juga akan baik dan tidak cacat. Setelah dipanen, blewah bisa mulai dijual ke pasar-pasar tradisional, atau bisa juga ke luar kota untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Pembudidayaan blewah bisa dilakukan di mana saja, tanpa mengenal jenis tanah maupun iklim daerah di tempat pembudidayaan. Yang paling penting adalah bagaimana cara merawat blewah yang baik agar hasil yang didapatkan juga bisa maksimal dan menguntungkan. Hal ini juga bisa dilakukan siapa saja karena proses pembudidayaannya sangatlah mudah.


Jenis Jenis Pupuk Organik dan Anorganik

Jenis Jenis Pupuk Organik dan Anorganik, Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai Cara mempercepat pertumbuhan ikan, Kali ini pada artikel berikut kita akan membahas mengenai jenis/macam pupuk yang ada dipasaran baik itu pupuk organik maupun pupuk anorganik, Dalam arti luas yang dimaksud pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.
Jenis Jenis Pupuk Organik dan Anorganik
jenis pupuk
Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yamg mengandung satu atau lebih  hara tanaman.


PENGERTIAN PUPUK SECARA LAIN 
PUPUK adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormontumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terkaku banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyan zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun.
KATEGORI PUPUK

Pupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan asal, senyawa, fasa, cara penggunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya.
Berdasarkan asalnya dibedakan : 
  1. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya : pupuk kompos, guano, pupuk hijau dan pupuk batuan P.
  2. Pupuk buatan ialah pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya TSP, urea, rustika dan nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika dan / atau kimia.

Berdasarkan senyawanya dibedakan : 
  1. Pupuk organik ialah pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik ( pupuk kandang, kompos, guano ). Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik misalnya rock phosphat, umumnya berasal dari batuan sejenis apatit [ Ca3(PO4)2].
  2. Pupuk anorganik atau mineral merupakan pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik.

Berdasarkan fasa-nya dibedakan :
  1. Pupuk padat. Pupuk padat umumnya mempunyai kelarutan yang beragam mulai yang mudah larut air sampai yang sukar larut.
  2. Pupuk cair. Pupuk ini berupa cairan, cara penggunaannya dilarutkan dulu dengan air. Umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro maupun mikro, harganya relatif mahal. Pupuk amoniak cair merupakan pupuk cair yang kadar N nya sangat tinggi sekitar 83%, penggunaannya dapat lewat tanah (injeksikan).

Berdasarkan cara penggunaannya dibedakan : 
  1. Pupuk daun ialah pupuk yang cara pemupukan dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada permukaan daun.
  2. Pupuk aksr atau pupuk tanah ialah pupuk yang diberikan ke dalam tanah disekitar akar agar diserap oleh akar tanaman.

Berdasarkan reaksi fisiologisnya dibedakan : 
  1. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologisnya masam artinya bila pupuk tersebut diberikan ke dalam tanah ada kecenderungan tanah menjadi lebih masam (pH menjadi lebih rendah). Misalnya Za dan urea.
  2. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basis ialah pupuk yang bila diberikan ke dalam tanah menyebabkan pH tanah cenderung naik misalnya: pupuk chili salpeter, calnitro, kalsium sianida.


Berdasarkan jumlah hara yang dikandungnya dibedakan : 
  1. Pupuk yang hanya mengandung satu hara tanaman saja. Misalnya : urea hanya mengandung hara N, TSP hanya dipentingkan P saja (sebetulnya mengandung Ca).
  2. Pupuk majemuk ialah pupuk yang mengandung dua atau lebih dua hara tanaman. Contohnya: NPK, amophoska, Nitrophoska dan rustika.

Berdasarkan macam hara tanaman dibedakan :
  1. Pupuk makro ialah pupuk yang mengandung hanya hara makro saja : NPK, nitrophoska, gandasil.
  2. Pupuk mikro ialah pupuk yang hanya mengandung hara mikro saja misalnya: mikrovet, mikroplet, metalik.
  3. Campuran makro dan mikro misalnya pupuk gandasil, bayfolan, rustika. Sering juga ke dalam pupuk campur makro dan mikro ditambahkan juga zat pengatur tumbuh (hormon tumbuh).


Jenis jenis pupuk organik 
Pupuk Organik pada dasarnya terbagi menjadi 2 jenis Yaitu Pupuk Cair dan Pupuk Padat Organik, namun secara keseluruhan terbagi menjadi 5 macam, apa saja? saya akan uraikan satu-persatu.
1.    PUPUK HIJAU
Pupuk hijau terbuat dari tanaman atau komponen tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah. Jenis tanaman yang banyak digunakan adalah dari familia Leguminoceae atau kacang-kacangan dan jenis rumput-rumputan (rumput gajah). Jenis tersebut dapat menghasilkan bahan organik lebih banyak, daya serap haranya lebih besar dan mempunyai bintil akar yang membantu mengikat nitrogen dari udara.

Keuntungan penggunaan pupuk hijau antara lain:
  1. Mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta infiltrasi air
  2. Mencegah adanya erosi
  3. Dapat membantu mengendalikan hama dan penyakit yang berasal dari tanah dan gulma jika ditanam pada waktu tanah bero
  4. Sangat bermanfaat pada daerah-daerah yang sulit dijangkau untuk suplai pupuk inorganik

Namun pupuk hijau juga memiliki kekurangan yaitu:

Tanaman hijau dapat sebagai kendala dalam waktu, tenaga, lahan, dan air pada pola tanam yang menggunakan rotasi dengan tanaman legume dapat mengundang hama ataupun penyakit dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman pokok dalam hal tempa, air dan hara pada pola pertanaman tumpang sari

2.    PUPUK KOMPOS
Pupuk kompos merupakan bahan-bahan organik yang telah mengalami pelapukan, seperti jerami, alang-alang, sekam padi, dan lain-lain termasuk kotoran hewan. Sebenarnya pupuk hijau dan seresah dapat dikatakan sebagai pupuk kompos. Tetapi sekarang sudah banyak spesifisikasi mengenai kompos.
Biasanya orang lebih suka menggunakan limbah atau sampah domestik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan yang dapat diperbaharui yang tidak tercampur logam dan plastik. Hal ini juga diharapkan dapat menanggulangi adanya timbunan sampah yang menggunung serta mengurangi polusi dan pencemaran di perkotaan.

3.    PUPUK KANDANG
Para petani terbiasa membuat dan menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk karena murah, mudah pengerjaannya, begitu pula pengaruhnya terhadap tanaman. Penggunaan pupuk ini merupakan manifestasi penggabungan pertanian dan peternakan yang sekaligus merupakan syarat mutlak bagi konsep pertanian. Pupuk kandang mempunyai keuntungan sifat yang lebih baik daripada pupuk organik lainnya apalagi dari pupuk anorganik, yaitu pupuk kandang merupakan humus banyak mengandung unsur-unsur organik yang dibutuhkan di dalam tanah. Oleh karena itu dapat mempertahankan struktur tanah sehingga mudah diolah dan banyak mengandung oksigen. 

Penambahan pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan dan produksi pertanian. Hal ini disebabkan tanah lebih banyak menahan air sehingga unsur hara akan terlarut dan lebih mudah diserap oleh buluh akar. Sumber hara makro dan mikro dalam keadaan seimbang yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur mikro yang tidak terdapat pada pupuk lainnya bisa disediakan oleh pupuk kandang, misalnya S, Mn, Co, Br, dan lain-lain. Pupuk kandang banyak mengandung mikroorganisme yang dapat membanru pembetukan humus di dalam tanah dan mensintesa senyawa tertentu yang berguna bagi tanaman, sehingga pupuk kandang merupakan suatu pupuk yang sangat diperlukan bagi tanah dan tanaman dan keberadaannya dalam tanah tidak dapat digantikan oleh pupuk lain.

4.    PUPUK SERESAH
Pupuk seresah merupakan suatu pemanfaatan limbah atau komponen tanaman yang sudah tidak terpakai. Misal jerami kering, bonggol jerami, rumput tebasan, tongkol jagung, dan lain-lain. Pupuk seresah sering disebut pupuk penutup tanah karena pemanfaatannya dapat secara langsung, yaitu ditutupkan pada permukaan tanah di sekitar tanaman (mulsa). Peranan pupuk ini diantaranya :
  • Dapat menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan, penghematan pengairan
  • Mencegah erosi, permukaan tanah yang tertutup mulsa tidak mudah larut dan terbawa air
  • Menghambat adanya pencucian unsur hara oleh air dan aliran permukaan
  • Menjaga tekstur tanah tetap remah
  • Menghindari kontaminasi penyakit akibat percikan air hujan
  • Memperlancar kegiatan jasad renik tanah sehingga membantu menyuburkan tanah dan sumber humus.

5.    PUPUK CAIR
Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.


Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.



Jenis Jenis PUPUK  ANORGANIK
Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran :
1.    PUPUK TUNGGAL : Pupuk yang dibuat dari satu unsur secara dominan.
Contohnya : Urea yang mengandung N, TSP atau SP 36 dengan P, dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan. 
2.    PUPUK MAJEMUK  : Pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur.
Contoh : pupuk DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustika Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N, P, dan K. Produsen pupuk biasanya juga menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe, B, Mo, Mn, dan Cu.

Agar praktis, pekebun biasanya memakai pupuk mejemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen, fosfor, dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan 20;10;10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan.
UNSUR YANG DIPERLUKAN OLEH TUMBUHAN dan AKIBATNYA BILA KEKURANGAN UNSUR TERSEBUT

1.    UNSUR MAKRO
Unsur hara makro berisi hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Namun, tidak berarti jumlah yang diberikan tak terbatas. Ada ambang tertentu yang ditoleransi tanaman. Melebihi batas itu, tanaman mengalami keracunan yang bisa berlanjut hingga mati.
MACAM-MACAM UNSUR MAKRO
a.    Nitrogen ( N )
  • Dibutuhkan untuk menyusun 1-4 % bahan kering (bagian keras) tanaman, seperti batang, kulit, dan biji.
  • Diambil dari tanah dalam bentuk nitrat (NO3-) atau amonium (NH4+).
  • Berguna dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman; sebagai penyusun protein, bahan sintetis klorofil, dan juga ikut berperandalam sebagian proses pertumbuhan dan pembentukan produksi tanaman, seperti buah, daun, dan umbi.
  • Gejala kekurangan : tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah, daun itu menguningkarena kekurangan klorofil, mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun mudah tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat, kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.
  • Gejala kelebihan : Warna daun terlalu hijau, tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuahan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sukulen karena mengandung banyak air. Hal ini menyebabkan rentan serangan cendawan dan penyakit, dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.

 b.    Fosfor ( P )
  • Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik. Berfungsi juga dalam proses fotosintesis dan fisiologi kimiawi tanaman, untuk pembelahan sel.
  • Bila kekurangan daun tua cenderung kelabu. Tepi daun coklat, tulang daun muda berwarna hijau gelap, hangus, pertumbuhan daun kecil, kerdil, akhirnya rontok, fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
  • Bila kelebihan penyerapan unsur seperti besi (Fe), tembaga (Cu), dan seng (Zn) terganggu. Tetapi gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.

c.    Kalium (K)
  • Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintesis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan sel,
  • Gejala kekurangn daun menjadi kecil, memutih, kekuningan, atau kemerahan. Bagian pingggir daun berwarna kuning atau kemerahan, menjadi coklat, terbakar, dan akhirnya mati.
  • Gejala kelebihan menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman mengalami defisiensi.

d.    Magnesium (Mg)
  • Berperan dalam transportasi energi beberapa enzim didalam tanaman. Unsur ini sangat dominan di daun, terutama untuk ketersediaan klorofil. Unsur ini juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.
  • Gejala kekurangn muncul bercak-bercak kuning di permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemah dan akhirnya mudah terserang penyakit, terutama embun tepung (powdery mildew)
  • Bila kelebihan tidak menimbulkan gejala yang ekstrim

e.    Kalsium (Ca)
  • Berperan dalam pertumbuhan sel, menguatkan dan mengatur daya tembus, serta merawat dinding sel.
  • Gejala kekurangan yaitu titik tumbuh lemah, terjadi perubahan bentuk daun, mengeriting, kecil, dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar, karena efek langsung pada titik tumbuh, juga menyebabkan produksi bunga terhambat, bunga gugur.
  • Gejala kekurangan tidak berefek banyak, hanya mempengaruhi pH tanah

f.    Sulfur (S)
  • Berperan untuk pertumbuhan tanaman, menyusun protein dan membentuk klorofil
  • Bila kekurangan pertumbuhan kerdil, kurus, meninggi, daun menguning termasuk daun yang baru muncul, terlambat dalam proses pematangan


MACAM-MACAM UNSUR MIKRO
a.    Boron (B)
  • Boron berkaitan erat dengan proses pembentukan, pembelahan, dan diferensiasi, dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintesis RNA, bahan dasar pembentukan sel.
  • Bila kekurangan daun lebih gelap dibanding daun normal, tebal, dan mengkerut.
  • Bila kelebihan daun kuning dan mengalami nekrosis

b.    Tembaga (Cu)
  • Berperan sebagai aktivator dan membawa beberapa enzim, membantu kelancaran proses fotosintesis , pembentukan klorofil, dan berperan dalam fungsi produksi.
  • Bila kekurangan daun berwarna hijau kebiruan, tunas daun menguncup dan tumbuh kecil, pertumbuhan bunga terhambat
  • Bila kelebihan tanaman tumbuh kerdil, percabangan terbatas, pembentukan akar terhambat, akar menebal dan berwarna gelap.

c.    Seng (Zn)
  • Berperan dalam aktivator enzim, pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis.
  • Kekurangan pertumbuhan lambat, jarak antar buku pendek, daun kerdil, mengkerut, atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning terbuka, dan akhirnya gugur. Buahpun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.
  • Kelebihan unsur seng tidak menunjukkan dampak nyata.

d.    Besi (Fe)
  • Berperan dalam proses pembentukan protein, sebagai katalisator pembentuka klorofil, pembawa elektron pada proses fotosintesis dan respirasi. Aktivator beberapa enzim.
  • Gejala kekurangan klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih, akar rusak.
  • Bila kelebihan menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

e.    Molibdenum (Mo)
  • berperan sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim, berperan juga dalam fiksasi nitrogen.
  • Kekurangan ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua, kemudian menjalar ke daun muda.
  • Bila kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium