Kota Biru, India
Di India, terdapat kota yang seluruh rumahnya bercat biru. Kota tersebut adalah Jodhpur, kota terbesar kedua di negara bagian Rajasthan, India. Terletak 335 kilometer (208 mil) barat dari ibukota negara bagian, Jaipur.
Kota ini menjadi destinasi wisata yang cukup populer, selain keunikan warna biru yang menyelimuti seluruh permukiman, Jodhpur juga memiliki situs berupa istana dan kuil-kuil. Kota ini juga dikelilingi oleh tembok batu tebal.
Berkunjung ke tempat ini tidak perlu harus tergantung dengan musim, karena cuacanya selalu cerah sepanjang tahun. Oleh sebab itu, Jodhpur dikenal juga sebagai "Sun City". Meskipun julukan yang lebih terkenal disebut sebagai "Kota Biru".

Berkunjung ke tempat ini tidak perlu harus tergantung dengan musim, karena cuacanya selalu cerah sepanjang tahun. Oleh sebab itu, Jodhpur dikenal juga sebagai "Sun City". Meskipun julukan yang lebih terkenal disebut sebagai "Kota Biru".
Yang menarik, alasan penduduk mengecat rumah mereka menjadi biru masih menjadi misteri. Bisa jadi, bila kita bertanya mengapa mereka mengecat rumahnya dengan warna biru, mereka menjawab karena warna biru akan membuat rumah mereka menjadi dingin dan bebas dari nyamuk.
Namun demikian, beberapa sumber menyebut alasan-alasan berikut ini:
1. Warna biru dipilih mengikuti orang-orang berkasta Brahmana yang selalu mengecat rumah mereka dengan warna biru, karena dewa-dewa biasanya selalu berwarna biru (pernah lihat film soal Dewa Krishna kecil?)
2. Warna biru untuk mengusir nyamuk
3. Menurut pendapat penduduk Jodhpur, warna biru bisa mendinginkan suasana rumah.
Guna menikmati keindahan lanskap Jodhpur, bisa dilihat dari Benteng Meherangarh. Benteng dengan tembok setinggi 35 meter ini memiliki jendela-jendela batu untuk melihat pemandangan di luar. Dari tempat inilah kita bisa mengagumi jajaran rumah biru yang sampai kini masih diselimuti misteri.
Sumber
Namun demikian, beberapa sumber menyebut alasan-alasan berikut ini:
1. Warna biru dipilih mengikuti orang-orang berkasta Brahmana yang selalu mengecat rumah mereka dengan warna biru, karena dewa-dewa biasanya selalu berwarna biru (pernah lihat film soal Dewa Krishna kecil?)
2. Warna biru untuk mengusir nyamuk
3. Menurut pendapat penduduk Jodhpur, warna biru bisa mendinginkan suasana rumah.
Sumber
Sejarah Penggunaan Garpu
Sebagai pasangan sendok, ternyata pemakaian garpu sempat jadi olok-olok dan bahkan tidak sopan (kurang ajar).

Garpu, pertama kali dipakai di jaman pertengahan. Para bangsawan Italia mulai menggunakan garpu sekitar abad ke-11, sementara di Spanyol pada abad ke-16, dan di Prancis sejak abad ke-14.
Di Inggris, garpu baru mulai diperkenalkan di tahun 1611 oleh Thomas Coryat melalui bukunya "Coryat's Curdities Hastily gobbled up in Five Months Travels in France, Savoy, Italy, &c.".

Lucunya, Coryat malah diolok-olok karena mempromosikan penggunaan garpu. Sehingga, ia pun dijuluki "Furcifer," yang berarti pemegang garpu.
Cerita lain soal garpu, alat ini juga sempat dihubungkan dengan 'dunia setan'. Sekitar abad abad ke-11, seorang Putri Yunani tewas sesaat setelah memperkenalkan garpu pada pesta pernikahannya dengan seorang kepala pemerintahan Venice (seorang hakim ketua) Domenico Selvo. Hal ini dimaknai sebagai hukuman dari Tuhan.
Kabarnya, di beberapa wilayah di Thailand, makan dengan garpu masih dianggap kurang ajar.
Apakah mungkin karena bentuknya yang tajam mengingatkan orang pada garpu yang digunakan oleh setan untuk menyiksa orang di neraka? Entah, nyatanya garpu sekarang sudah diterima dalam etiket sehari-hari.
Source :

Garpu, pertama kali dipakai di jaman pertengahan. Para bangsawan Italia mulai menggunakan garpu sekitar abad ke-11, sementara di Spanyol pada abad ke-16, dan di Prancis sejak abad ke-14.
Di Inggris, garpu baru mulai diperkenalkan di tahun 1611 oleh Thomas Coryat melalui bukunya "Coryat's Curdities Hastily gobbled up in Five Months Travels in France, Savoy, Italy, &c.".

Lucunya, Coryat malah diolok-olok karena mempromosikan penggunaan garpu. Sehingga, ia pun dijuluki "Furcifer," yang berarti pemegang garpu.
Cerita lain soal garpu, alat ini juga sempat dihubungkan dengan 'dunia setan'. Sekitar abad abad ke-11, seorang Putri Yunani tewas sesaat setelah memperkenalkan garpu pada pesta pernikahannya dengan seorang kepala pemerintahan Venice (seorang hakim ketua) Domenico Selvo. Hal ini dimaknai sebagai hukuman dari Tuhan.
Kabarnya, di beberapa wilayah di Thailand, makan dengan garpu masih dianggap kurang ajar.
Apakah mungkin karena bentuknya yang tajam mengingatkan orang pada garpu yang digunakan oleh setan untuk menyiksa orang di neraka? Entah, nyatanya garpu sekarang sudah diterima dalam etiket sehari-hari.
Source :
Mengapa Taliban Tidak Pernah Kehabisan Senjata???
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Taliban Pakistan tidak pernah kehabisan senjata?
Reverse Engineering/mekanik daur ulang sering digunakan oleh militer dalam rangka menyalin/mendaur ulang teknologi militer bangsa lain, informasi tersebut diperoleh dari pasukan reguler dalam pertempuran atau dengan sebuah operasi intelejen. Sering digunakan selama Perang Dunia II dan Perang Dingin. Praktek inilah yang masih terus berlanjut hingga kini.
Dalam bagian suku di Pakistan - merupakan tempat terbesar yang memiliki Reverse Engineering/mekanik daur ulang. Mereka dapat mendaur ulang senjata api apapun setelah mereka melihat dan langsung menghasilkan dalam beberapa jam saja.
Hal ini mungkin dapat dibenarkan, karena Anda dapat menemukan salinan beberapa item terkenal dari persenjataan modern seperti Pistol Beretta, Glock, Pistol 1911, UZI, senapan G3, MP5, bahkan M16 dan banyak lagi.
Berikut adalah beberapa gambar yang menunjukkan senjata-senjata yang berbeda dan pembuatnya.
Pistol being repaired with bare hands
The Shotgun Guru
A copied AA-12
5 Jenis Rujak Yang Ada di Indonesia
Rujak adalah makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah. Rujak sendiri biasanya di jadikan jajanan pasar yang sangat nikmat ketika di santap di siang hari nah berikut ini ada 5 Jenis Rujak Yang Ada di Indonesia kamu mau tahu rujak apa aja itu yuk kita simak berikut ini.
1. Rujak cingur
Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Dalam bahasa Jawa kata “cingur” berarti “mulut”, hal ini merujuk pada bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam dan irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus/bumbu dicampur dengan cara diuleg, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak uleg.
2. Rujak Gobet
Rujak Gobet adalah salah satu makanan tradisional Jawa (Malang). Rujak ini biasanya di sajikan pada acara Telonan atau Tingkepan wanita yang sedang hamil. Rujak ini terdiri dari beraneka ragam buah-buahan, seperti bengkowang, nanas, pencit, blimbing, jambu, babal (nangka muda), asem dan masih banyak lagi lainya. Jadi, rasa RUJAK GOBET ini nano-nano, karena di aduk dan dicampur menjadi satu. Suguhan Rujak Gobet menjadi menarik, enak, karena menyatukan beragam buah yang berbeda rasa, warna, serta asalnya. Rasa rujak ini begitu nikmat, baunya mengoda setiap orang mendekat.
3. Rujak manis
Rujak manis adalah semacam salad. Terbuat dari buah-buahan segar dengan saos manis pedas. Buah-buahan yang dipakai antara lain: mangga muda, bengkuang, salak, pepaya yang hampir matang, kedondong, jambu, mentimun, belimbing, dan lain-lain. Saus yang dipakai terbuat dari gula jawa, kacang tanah, asam, garam, jeruk nipis, dan cabai.
Cara penyajianya sebagai berikut Buah dikupas, dicuci lalu diiris tipis-tipis. Bahan untuk saos dihaluskan lalu diberi sedikit air agar kental. Saos kemudian disiramkan ke atas buah-buahan sebelum disantap.
4. Rujak petis
Rujak petis adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah timur pulau Jawa. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, tahu, kecambah/ tauge, dan kangkung. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, gula merah, pisang muda, dan air.
Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu Rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.
5. Rujak Soto
Rujak Soto adalah masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini merupakan paduan unik antara Rujak Cingur dengan Soto Babat.
Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut babatnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya. Rujak Soto kadang disajikan dengan Es Temulawak.
Bagai mana kamu tertarik untuk menikmati semua rujak di atas pastinya enak enak bukan.
sumber
1. Rujak cingur
2. Rujak Gobet
Rujak Gobet adalah salah satu makanan tradisional Jawa (Malang). Rujak ini biasanya di sajikan pada acara Telonan atau Tingkepan wanita yang sedang hamil. Rujak ini terdiri dari beraneka ragam buah-buahan, seperti bengkowang, nanas, pencit, blimbing, jambu, babal (nangka muda), asem dan masih banyak lagi lainya. Jadi, rasa RUJAK GOBET ini nano-nano, karena di aduk dan dicampur menjadi satu. Suguhan Rujak Gobet menjadi menarik, enak, karena menyatukan beragam buah yang berbeda rasa, warna, serta asalnya. Rasa rujak ini begitu nikmat, baunya mengoda setiap orang mendekat.
3. Rujak manis
Cara penyajianya sebagai berikut Buah dikupas, dicuci lalu diiris tipis-tipis. Bahan untuk saos dihaluskan lalu diberi sedikit air agar kental. Saos kemudian disiramkan ke atas buah-buahan sebelum disantap.
4. Rujak petis
Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu Rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.
5. Rujak Soto
Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut babatnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya. Rujak Soto kadang disajikan dengan Es Temulawak.
Bagai mana kamu tertarik untuk menikmati semua rujak di atas pastinya enak enak bukan.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)























