1. Family Time
Tidak dapat dipungkiri waktu yang dihabiskan bersama keluarga adalah sesuatu yang mutlak. Ini adalah saat dimana anak merasa disayangi, membentuk rasa kekeluargaan, bahkan belajar hal hal kecil dari keluarganya terlebih dahulu. Sayangnya di zaman sekarang, banyak ditemukan pengganti sang ibu alias babysitter. Bahkan tempat penitipan anak pun merupakan bisnis yang menggiurkan. Ini tidak mengherankan karena tuntutan ekonomi yang maha dahsyat mengakibatkan kedua orang tua harus bekerja mati matian demi mencari nafkah. Tetapi mereka mungkin lupa, bahwa pemenuhan dari sisi psikologis anak juga sangat penting.
2. Tempat Bermain
Tempat bermainku dulu adalah halaman rumah, rumah tetangga dan lapangan hijau dengan semak belukar. Bandingkan dengan sekarang. Ruang publik habis untuk membangun perumahan dan perkantoran. Tak pelak tempat bermain anak terbatas dan berpindah ke mall dan tempat bermain berbayar lainnya. Coba tanya apakah mereka tahu permainan tradisional? kapan terakhir mereka bermain kotor, bermain hujan, bermain hingga lupa waktu dan dimarahi orang tua? Kapan mereka berlari lari sambil tertawa terbahak bahak dengan teman? Mungkin anak anak akan menjawab bahwa mereka sibuk. Berbagai kegiatan les tambahan dan seabrek aktivitas membuat mereka lupa bermain adalah masanya anak kecil. Bermain juga mengajarkan banyak hal. Memperkaya wawasan mereka tentang bermain itu sendiri, mengajarkan mereka arti persahabatan dan bagaimana mereka bersosialisasi dengan teman teman. Jangan sampai mereka merasakan masa kecil kurang bahagia.
Kelas 5 SD saja sudah pakai BB. Pemandangan ini sudah sangat umum dilihat. Sisi positifnya mereka melek teknologi. Sisi negatifnya mereka menjadi tidak peka terhadap sekelilingnya. Dan tentu jadi autis
sumber:jadiberita
