Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Panduan Singkat, Cara Budidaya Ikan Cupang Hias

ikan cupang
Kalau ikan cupang kalian pasti tau kan???

Jelas tau, waktu kalian kecil kan sering beli. ada yang buat di adu atau cuma sekedar sebagai ikan hias. Tapi ketika kita dewasa ikan ini sering dilupakan, padahal ikan cupang bila dilihat dari segi keindahan dan cara perawatannya tidaklah terlalu sulit, karena ikan ini mempunyai daya tahan tubuh yang kuat.

Tapi budidaya ikan cupang tidak rugi lho, dengan mempunyai 5 pasang indukan saja kita bisa menghasilkan ribuan ekor anakan yang siap dijual dengan perkiraan 1 ekor anakan berharga Rp.1000 - Rp.2000. Belum lagi kalau ikan cupang hias yang harganya bisa Rp.10000 @ ekor yang sudah siap untuk jadi indukan. Apalagi kalau kualitas ekspor dan kontes, pasti ga nyangka dh untungnya.

Bagi yang hobby memelihara ikan cupang dirumah atau ingin membudidayakannya. ini caranya:


Cara Memelihara

Ikan cupang bisa di pelihara dimana saja, bisa di ember, botol bekas, dan aquarium. lagipula ikan cupang cukup mudah untuk di pelihara hanya diberi makan secara teratur insyaallah ikan ini akan hidup lama. Untuk budidaya gunakanlah tempat yang berukuran agak besar seperti kolam ikan yang ukuran standarnya 1 x 2 meter agar anak ikan cepat besar, sehingga masa panen pun akan cepat. Tapi tempat untuk perkawinan atau pemijahan gunakan tempat yang kecil saja agar ikan cupang tersebut cepat bertelur.

Pemijahan

1. Pilihlah calon induk yang akan di kawinkan
2. masukkan induk jantan ke dalam ember yang telah di beri tanaman air(enceng gondok), kemudian masukkan induk betinanya ke dalam botol atau gelas dan masukkan ke dalam ember yang berisi induk jantan.
3. setelah sehari campurkan induk betina kedalam ember yang berisi induk jantan. Dan pada pagi harinya insyaallah induk betinanya sudah bertelur. Telur-telur tersebut akan menempel di busa yang telah dibuat oleh induk jantan.
4. Kemudian pisahkan induk betinanya dan biarkan induk jantan merawat telurnya.
5.Setelah tiga hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak(anak ikan), pada saat ini burayak jangan diberi makan dulu, karena masih ada kantung telur.
6. Kemudian setelah kantung telur yang berada di tubuh burayak hilang, pindahkan induk jantan dan beri makan burayak tersebut dengan kutu air, bila anda susah mencari kutu air burayak bisa diberi makan denggan rebusan kuning telur ayam. Berikan secukupnya saja.
7. Setelah satu minggu dari penetasan, pindahkan burayak ke tempat yang lebih besar.
8. Pada saat burayak sudah berumur 2 minggu, burayak bisa diberi makan cacing sutra.
9. Selanjutnya pindahkan anak ikan setiap satu minggu sekali agar pertumbuhannya menjadi cepat.

Setelah anak ikan berumur 1 bulan, pilihlah dan pisahkan kedalam botol, hal ini dilakukan agar tidak terjadi perkelahian. Anak ikan cupang baru bisa dijual pada saat berumur 1,5 bulan - 2 bulan.

Selamat mencoba!!!!!!!!

Sumber artikel : http://marhadinata.blogspot.com/2013/01/budidaya-ikan-cupang.html


Membuat Pakan Lele Murah Dari Dedaunan

Cara Membuat pakan lele - Pakan lele adalah makanan untuk ikan lele yang merupakan sumber energi dan pertumbuhan serta perkembangbiakan lele. Pakan lele di alam adalah hewan-hewan kecil yang terdapat di sekitar habitat lele, di antaranya cacing, anak katak, plankton, jasad renik, dan hewan-hewan kecil lainnya. Seiring perkembangan teknologi, maka pakan lele ini telah banyak diproduksi secara masal oleh pabrik. Dengan pakan lele pabrikan ini, maka lele semakin mudah untuk dibudidayakan sebagai alternatif usaha untuk menambah penghasilan keluarga.

Dengan pakan lele pabrikan/pelet, umur pemeliharaan lele menjadi lebih cepat, dalam waktu maksimal 2 bulan, lele sudah siap untuk dipanen. Namun di balik kemudahan itu, sekarang ini timbul masalah baru, yaitu semakin mahalnya harga pakan lele pabrikan/pelet, sementara peningkatan harga jual lele belum bisa maksimal, atau bisa dikatakan bahwa harga lele dari dulu hingga sekarang tetap saja pada kisaran Rp. 10.000,- hingga Rp. 12.000,- per kg. Hal ini yang mengakibatkan para peternak lele merugi. Harga pakan semakin mahal tetapi harga lele tetap.

Hal ini perlu dicarikan solusinya. Berbagai usaha dan uji coba telah dilakukan oleh para peternak lele yang kreatif. Dengan mencoba meramu pakan lele sendiri agar biaya produksinya bisa ditekan serendah mungkin. Ada beberapa peternak yang belum menemukan resep yang ampuh, yang ada lele tidak mau besar. Tetapi ada juga peternak yang telah menemukan resep mujarab ramuan pakan lele sederhana yang kualitasnya hampir menyamai pakan pabrikan/pelet.

Berikut ini kami sampaikan trik dan tips bagaimana cara membuat pakan lele berkualitas dengan bahan yang murah yang mudah kita dapatkan di lingkungan sekitar kita. Resep ini telah banyak dipraktikan oleh para peternak lele dan hasilnya cukup memuaskan, jika ingin mencobanya, inilah resepnya:
Lele
Bahan-Bahan
  1. Daun turi
  2. Daun lamtoro
  3. Daun pepaya
  4. Daun kangkung
Resep ini tetap masih membutuhkan sumbangan protein dari pelet, namun jumlah pelet yang dibutuhkan tidak begitu banyak. Dalam waktu 2 bulan dengan bibit lele sebanyak 1000 ekor hanya membutuhkan pelet pabrikan sebanyak 42 kg. Sementara jika budidaya lele murni menggunakan pakan pelet, untuk 1000 ekor lele sampai panen membutuhkan pelet sebanyak 80 kg.

Cara Pemberian Pakan Lele

  1. Pada minggu I, benih lele ukuran 5-7 cm diberi pakan pelet sebanyak 2 kg, pada minggu II diberi pakan pelet sebanyak 3 kg, pada minggu III diberi pakan pelet sebanyak 4 kg.
  2. Pada minggu IV ini lele sudah mulai diberi makan daun-daunan dan masih tetap diberi pakan pelet. Pada minggu IV diberi pakan berupa pelet 4 kg, daun turi 2 kg, lamtoro, 1 kg, pepaya 2 kg, dan kangkung 1 kg. Daun-daunan tersebut harus dipotong kecil-kecil agar lele mudah untuk memakannya.
  3. Pada minggu V diberi pakan pelet 5 kg, turi 2 kg, lamtoro 1 kg, pepaya 2 kg, dan kangkung 2 kg.
  4. Pada minggu VI diberi pakan pelet 6 kg, turi 3 kg, lamtoro 2 kg, pepaya 3 kg, dan kangkung 3 kg.
  5. Pada minggu VII diberi pakan pelet 8 kg, turi 4 kg, lamtoro 2 kg, pepaya 4 kg, dan kangkung 4 kg.
  6. Pada minggu VIII diberi pakan pelet 10 kg, turi 5 kg, lamtoro 3 kg, pepaya 5 kg, dan kangkung 5 kg.
Setelah lele berumur IV minggu, pemberian daun-daunan dapat langsung diberikan tanpa dipotong kecil-kecil, karena pada umur IV minggu lele sudah mulai besar dan kuat. Daun kangkung dapat diganti dengan daun enceng gondok atau daun singkong. Demikian resep sederhana ini, mudah-mudahan bermanfaat. Mari kita selalu bertukan info yang bermanfaat, semoga mendapatkan berkah.

Sumber artikel : http://kttsaraswati.blogspot.com/2013/05/pakan-lele-murah-memanfaatkan-daun.html


Cara memelihara anakan ikan cupang

Cara Merawat Burayak/Anakan ikan Cupang - Pada postingan sebelumnya saya sudah menulis artikel tentang bagaimana CaraMengawinkan Ikan Cupang, dan untuk postingan kali ini, saya akan mencoba berbagi sedikit tentang Cara Merawat Anakan/Burayak Ikan Cupang.
Merawat anakan ikan cupang menurut saya merupakan bagian tersulit dari budidaya ikan yang satu ini, karena selain ukurannya yang sangat kecil kita juga dituntut untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam merawat anakan ikan cupang.


Untuk tiga hari pertama, burayak/anakan ikan cupang yang baru menetas tidak perlu kita kasih pakan, karena anakan tersebut masih mempunyai asupan makanan dari kuning telur mereka. Tapi untuk hari berikutnya kita sudah harus mulai memberi anakan pakan berupa mahluk-mahluk kecil berupa plankton,infusaria dan yang lainnya. Tapi bagaimana caranya kita bisa menemukan mahluk-mahluk kecil tersebut? untuk hal itu anda sekalian bisa cari atau tanya di mesin pencari google atau anda bisa klik disini untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkan pakan untuk burayak ikan cupang.


Setelah cadangan kuning telur yang dimilki anakan ikan habis, anakan ikan cupang harus sudah mulai di beri pakan,biasanya saya menggunakan air rendaman Kol yang sudah dibusukan kurang lebih selama satu minngu.Berikan pakan tersebut secukupnya, dan pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. pemberian pakan ini dilakukan sampai kira-kira anakan berumur kurang lebih 10 hari. Pada saat anakan berumur 10 hari, anakan sudah harus dipindahkan kedalam wadah yang lebih besar, tujuannya adalah agar pertumbuhan anakan bisa lebih cepat.

Pindahkan anakan ikan kedalam wadah yang lebih besar dengan hati-hati dan pisahkan indukan jantan ke wadah lain, karena pada usia ini anakan ikan cupang sudah tidak perlu diasuh oleh indukan jantan karena anakan ikan cupang sudah bisa berenang dengan sempurna.Pada usia ini juga anakan ikan cupang sudah mulai bisa diberi pakan berupa kutu air, jentik nyamuk dan cacing sutra jika memungkinkan (jika di daerah anda mudah didapat),dengan catatatan harus disaring terlebih dahulu.


Faktor lain yang tidak kalah penting dalam merawat burayak/anakan ikan cupang yaitu pergantian air.Lakukan pergantian air minimal 5 kali sehari yaitu sebanyak 70-80% dari jumlah total air yang ada dalam wadah pemijahan.Pergantian air dilakukan denagan cara disedot/sifon untuk membuang kotoran ikan yang ada di dasar wadah pemijahan. lakukan penyedotan ini menggunakan selang kecil dan usahakan berhati-hati dalam melakukan penyedotan agar anakn ikan tidak ikut tersedot.


Saat anakan ikan berumur 45 hari, anakan ikan sudah harus mulai dipindahkan lagi kedalam beberapa wadah lain, hal ini dilakukan karena pada usia ini anakan ikan sudah mulai memiliki jiwa petarung dan akan saling menyerang. Anakan ikan bisa kita pindahkan kedalam wadah yang berukuran agak besar (drum,baskom,toples besar,dll) dan jangan lupa masukan tanaman air atau serabut rafia ke dalam wadah pembesaran tersebut, hal ini bertujuan untuk mengurangi/menghindari perkelahian antar anakan ikan.


Biarkan saja anakan ikan di wadah tadi sampai kira-kira anakan berumur 60 hari, dan setelah anakan berumur 60 hari, anakan ikan sudah harus dipindahkan lagi ke wadah lain, karena pada usia ini anakan sudah dapat dibedakan antara ikan jantan dan betina. Perbedaan yang mencolok dapat kita lihat dari warna ikan.
Anakan cupang jantan akan memiliki warna yang lebih cerah daripada anakan cupang betina.
Berikut saya kasih contoh:


Cukup jelaskan perbedaannya?
Oh ya pisahkan anakan ikan yang sudah berumur kurang lebih 60 hari tadi ke dalam wadah-wadah kecil, wadah bisa menggunakan apa saja seperti bekas botol air mineral,toples kecil,botol bekas syirup,dll.pindahkan anakan tersebut 1 ekor untuk setiap wadah...

  
Mungkin itu saja yang bisa bagi dengan kalian semua,,, dan maaf kalau misalkan tulisannya jelek, maklum saya gk biasa nulis,,,,

Sumber artikel : http://mix-blend.blogspot.com/2012/10/cara-merawat-burayakanakan-ikan-cupang.html


Cara Membuat Pakan Lele Dari Kotoran Sapi

Ikan lele organik mempunyai beberapa kelebihan dari lele non organik.  Terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa, dan manfaatnya untuk kesehatan.

Budidaya ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung.  Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.

Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal.  Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran sapi.  Oleh karena itu banyak sekali yang bertanya tentang cara budidaya lele organik.

Budidaya lele dengan pakan organik dari kotoran sapi banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah :
1. Kandang sapi menjadi lebih bersih.
2. Hemat biaya perawatan.
3. Air kolam tidak berbau busuk.
4. Tidak perlu mengganti air kolam.
5. Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.
6. Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi di sekitar.
7. Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.
8. Lebih aman untuk kesehatan.
9. Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.
10. Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.

Budidaya ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pellet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000 per kilo. Sedangkan harga pakan lele organik cuma Rp.2.000 per liter.

Perbandingan

Untuk 1 ton ikan lele siap konsumsi, pakan yang dibutuhkan jika menggunakan pellet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik cuma membutuhkan 2.300 liter.  Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik.  Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor.  Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor.
sumber : http://seputarperikanan.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-pakan-lele-organik.html


Cara Agar Ikan Lele Cepat Besar Dengan Pakan Tepat

Cara Agar Ikan Lele Cepat Besar Dengan Pakan Tepat
lele cepat besar

Cara Agar Ikan Lele Cepat Besar Dengan Pakan Tepat - Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.
Meski kondisi air tempat memelihara ikan lele dumbo tidak terlalu bersih, tetapi ikan ini terbukti dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu memelihara ikan lele di kolam terpal juga sangat layak dilakukan.

Dengan membudidayakan iklan lele melalui terpal, maka salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah usaha ini dapat dijalankan meski modal yang tersedia tidak terlalu besar (usaha modal kecil).

Dalam budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dijalani dengan dua tujuan, yaitu sebagai pembibitan dan juga sebagai konsumsi (pembesaran). Bila kita memilih budidaya ikan lele sebagai pembibitan juga merupakan pilihan yang sangat tepat, sebab kebutuhkan akan bibit ikan lele juga selalu semakin meningkat setiap saat. Selain itu budidaya ikan lele dengan tujuan konsumsi juga merupakan pilihan yang tidak salah, sebab kebutuhan akan ikan lele untuk bahan konsumsi juga semakin hari semakin meningkat pula.
Pakan Ikan Lele Agar Cepat Besar
Ikan lele sesungguhnya merupakan karnivora, meskipun lele dapat memakan apapun (omnivora).

Agar lele cepat besar, maka ikan lele harus mendapatkan pakan berbahan dasar daging (protein hewani). Jika lele diberi pakan berbahan dasar nabati maka pertumbuhannya akan sangat lambat. 

Maka dari itu, pakan yang dapat mendorong pertumbuhan lele dengan cepat adalah keong mas, belatung, dan sebagainya. Jika menggunakan pakan buatan (pelet), pastikan memiliki aroma kuat dan sebagian besar komposisi nya terdiri dari daging.
——Pada dasarnya pola pemberian pakan untuk usaha pembesaran lele sama dengan pola pemberian pakan pada usaha pembenihan. Namun, jenis pakan dan porsinya yang berubah karena disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan lele. Makin besar lele, makin banyak pakan yang dibutuhkan. Umumnya, lele cukup diberi makan 3-4 kali sehari, yakni pada pagi (0.00-09.00), sore (16.00-17.00), dan malam hari (20.00-22.00). Pakannya adalah pelet dan menu tambahan cacahan jeroan ayam. Menu tambahan ini ikan bisa cepat besar. Menu tambahan ini
juga meningkatkan pertumbuhan lele. Kalau biasanya sekilo ada tujuh ekor,
setelah diberi pakan tambahan sekilo cuma enam ekor,

Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar
nambah-nambah zat makanan.

atau bisa juga pakan utama menggunakan pakan pabrik dgn kandungan protein
>32% dan dpt diberi pakan tambahan berupa limbah peternakan ayam seperti bangkai
ayam,usus,telur yang gagal tetas dengan terlebih dahulu dibakar/direbus. atau dengan
jeroan ikan,atau ikan-ikan buangan (dipasar bnyk kok).

–tidak wajib– Untuk tambahan Pakannya sediakan seperti dibawah ini;
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS(dihaluskan) lebih bagus di rebus dahulu
dengan perbandingan 10:5:1 jd setiap 10 kg ampas tahu,+5kg katul,+ 1kg ikan asin
bs aduk jadi satu, berikan sesuai kebutuhan.
Jenis-jenis pakan alternatif untuk ikan lele
1. Keong mas dan Bekicot
Keong mas dan bekicot mengandung protein yang tinggi dan sangat baik untuk memacu pertumbuhan lele. Keong ,as dan bekicot merupakan hama dan sekaligus musuh petani. Jadi, pemanfaatan keong mas dan bekicot sebagai makanan tambahan lele mempunyai fungsi ganda, selain memberantas hama tanaman, juga untuk menghemat biaya pembelian pakan.
Sebelum diberikan ke lele, camgkang keong mas atau bekicot harus dopecah, kemudan dagingnya dipisahkan dari cangkang tersebut. Agar pemberian pakan merata, sebaiknya cincang daging bekicot atau keong mas terlebih dahulu sebelum diberikan ke lele. Tebarkan daging tersebut secara merata ke dalam kolam pembesaran. Ukuran bibit lele yang sudah bias diberi pakan tambahan yakni sebesar jari kelingking.

2. Limbah Peternakan
Limbah yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya lele berupa ayam mati yang dapat diperoleh di tempat penampungan atau pada tukang potong ayam. Ayam tersebut biasanya mati akibat terjepit atau berdesak-desakan selama dalam perjalanan menuju tempat pemotongan.
Ayam mati tidak bias langsung diberikan ke lele. Ayam harus dibakar hingga bulunya habis. Setelah itu, ceburkan ayam ke dalam kolam. Lele akan segera memakan santapan tersebut hingga habis. Pemberian pakan ini tidak boleh melebihi kebutuhan lele. Sisa pakan yang berlebih bisa mencemari dan mengotori air kolam. Kolam yang kotor mengundang tumbuhnya berbagai bibit penyakit.

3. Limbah Pemotongan Hewan
Ada dua macam limbah pemotongan hewan yang bisa diberikan ke lele, yaitu darah dan jeroan hewan. Darah hewan sangat baik untuk pertumbuhan bibit lele karena mengandung gizi yang tinggi. Darah hewan yang bisa diambil di antaranya darah kambing, darah sapi, atau kumpulan darah ayam potong. Sebelum diberikan, darah tersebut harus direbus hingga beku atau menggumpal (marus). Namun, pemberian marus ini agak riskan, karena air cepat kotor. Karena itu, marus harus dicampur dengan pakan utama berupa pelet yang diseduh dengan air panas.
Selain darah, jeroan ayam potong juga bisa diberikan sebagai pakan lele. Limbah pemotongan hewan ini bisa diperoleh di tempat pemotongan hewan atau ayam potong.

4. Limbah Ikan dan Sisa Tangkapan Nelayan
Limbah ini bisa diperoleh di penjual ikan atau pada usaha pemindangan ikan. Pemanfaatan limbah ikan ini, selain baik untuk pertumbuhan lele, juga merupakan cara menghemat biaya pemeliharaan, karena limbah ikan tidak diperjualbelikan atau bisa diperoleh Cuma-Cuma.
Jika lokasi usaha budidaya lele dekat dengan pantai, pembudidaya lele dapat memanfaatkan ikan sisa tangkapan nelayan yang sudah tidak layak lagi dikonsumsi oleh manusia. Ikan ini harganya tidak mahal dan baik digunakan untuk mempercepat pertumbuhan lele. Ikan tersebut bisa langsung diberikan ke lele. Namun, jka ukurannya cukup besar, sebaiknya cincang terlebih dahulu.


Cara Pemijahan Ikan Koi Agar Cepat Berkembang Biak

Cara Pemijahan Ikan Koi Agar Cepat Berkembang Biak, Ikan Koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Harga Koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 316 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi.

Pemuliaan yang dilakukan bertahun-tahun menghasilkan garis keturunan yang menjadi standar penilaian koi. Beberapa varietas yang tersebar ke seluruh dunia digolongkan Asosiasi Koi Jepang (en Nippon Airinkai) menjadi 13 kelompok antara lain: Bekko, Utsurinomo, Asagi-Shusui, Goromo, Kawarimono, Ogon dan Hikari-moyomono. Sedangkan 5 golongan utama yaitu Kohaku, Sanke, Showa, Hirarinuji dan Kawarigoi.

Setelah kita merawat koi sehingga tumbuh besar, mungkin akan tumbuh keinginan untuk mengawinkan koi agar mendapatkan keturunannya. Persoalan bisa muncul, karena pe­mijahan berbeda dengan pemeliharaan. Pemijahan membutuh­kan kolam lebih spesifik, jumlah dan fungsinya lebih beragam.
Cara Pemijahan Ikan Koi Agar Cepat Berkembang Biak
Cara pemijahan ikan koi
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika hendak memijahkan koi adalah ketersediaan kolam, persediaan induk koi, penyediaan pakan benih, dan perlakuan seleksi yang ketat.


A. Kolam Pemijahan

Kolam pemijahan tidak mungkin menjadi satu dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air tersendiri. Selain itu, seluruh kolam harus diplester dan bisa dikeringkan dengan sempurna.

Luas kolam pemijahan bervariasi. Untuk kolam sempit dapat menggunakan kolam seluas 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5 m. Lokasi kolam cukup mendapatkan sinar matahari, tidak terlalu ribut, ter­lindung dari jangkauan anak-anak dan binatang piaraan lain.

Jika mungkin, sediakan juga kolam penetasan telur dan tempat perawatan benih. Kolam penetasan, bentuknya bisa persegi panjang atau bulat. Kalau kolam bulat, diameternya antara 1,5-2 m.
Satu kolam lagi jika ada, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk mensuplai pakan benih jika kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luas kolam antara 6-10 m2, cukup memadahi.

Bagi yang memiliki uang cukup, dinding kolam bisa dilapis vinil, yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihan­nya dan efek dari semen bisa dihilangkan.


B. Seleksi Induk

Syarat utama induk adalah calon induk sudah matang kelamin dan matang tubuh. Matang kelamin artinya induk jantan sudah menghasilkan sperma dan induk betina sudah menghasilkan telur yang matang. Matang tubuh artinya, secara fisik mereka sudah siap menjadi induk-induk produktif.

Syarat lain fisiknya prima, tidak cacat. Sirip-siripnya lengkap, juga sisiknya. Gerakannya anggun, seimbang, tidak loyo. Umur minimal 2 tahun pada jantan, clan 3 tahun pada betina. Betina lebih besar dibandingkan jantan, perutnya terlihat lebih besar dibandingkan punggung. jantan sebaliknya, lebih langsing dan perut­nya rata jika dilihat dari punggung. Sirip dada induk jantan siap kawin akan muncul bintik-bintik putih.


Seekor induk betina berpasangan dengan 2 atau 3 induk jantan.Jika seekor betina hanya diberi seekor jantan di kolam pemijahan dantak disangka jantannya ngadat, gagallah pemijahan. Dengan menye‑diakan stok jantan lebih dari satu, kegagalan pemijahan bisa dihindari.Disarankan untuk tidak menggunakan stok induk yang palingbagus, karena keturunannya biasanya jelek. Anak keturunannyabelum tentu sebagus induknya. Yang dipijahkan sebaiknya koi biasa

saja, tapi masih memiliki sifat-sifat unggul, seperti warnanya pekat. Pada saat seleksi benih, nantinya bisa dipilih mana yang bagus dan mana yang diafkir.

C. Persiapan Kolam

Pertama kali yang harus dipersiapkan untuk pemijahan adalah kolam. Kolam dikeringkan di bawah terik matahari. Pintu pemasukan dipasang saringan untuk mencegah masuknya ikan seribu atau hama air lainnya. Pada pintu pembuangan dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut.

Telur koi menempel (adesip sifatnya. Biasanya koi akan ber­telur di bawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa dipakai untuk menempelkan telurnya. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.

penempel telur bisa menggunakan kakaban, yang dipakai untuk memijahkan ikan mas. Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk yang panjang dan rata, ukuran kakaban 40 cm lebar dan 120 cm panjang. jumlah kakaban yang diperlukan disesuaikan dengan besar induk betina, biasanya 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.

Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh. Di atas kakaban diberi bilah bamboo dan diikat agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur.

Kakaban dipasang setelah kolam diisi air. Air selalu mengalir ke kolam pemijahan untuk merangsang pasangan koi yang akan berpijah. Selain kakaban, tempat penempel telur bisa juga meng­gunakan tanaman air seperti Hydrilla yang disusun atau potongan tali raffia sebagai pengganti ijuk.


D. Pelaksanaan Pemijahan

Induk dimasukkan sekitar pukul 16.00 dan akan mulai memijah tengah malam. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakangnya. Makin lama gerakan mereka makin seru. Induk jantan menempelkan badannya ketika mengikuti induk betina. Pada puncaknya, induk betina akan me­ngeluarkan telurnya dengan sesekali meloncat ke udara. Aktifitas betina ini segera diikuti jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.

Telur-telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban atau bahan penempel telur lainnya dan susah lepas. Juga ada sebagian telur yang jatuh ke dasar kolam. Perkawinan selesai pada pagi hari. Induk segera dipisah dengan telurnya. Jika terlambat, telur bisa dimakan habis oleh induknya.

Ada dua cara untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. Pertama, dengan memindahkan induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut. Cara kedua dengan memindahkan telur ke kolam penetasan. Cara pertama lebih praktis karena lebih menghemat lahan (kolam).

Untuk mencegah agar tidak terserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan Malachytgreen dengan kosentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum ditaruh di kolam penetasan. Ketika akan merendam telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air agar kotoran yang mungkin menutupi telur bisa lepas.

E. penetasan Telur


Agar menetas dengan baik, telur harus selalu terendam dan suhu air tetap konstan. Jika suhu terlalu dingin, penetasan akan berlangsung lama. Jika suhu terlalu tinggi, telur bisa mati dan membusuk.
Agar telur bisa terendam semua, rangkaian kakaban harus "ditenggelamkan" ke dalam kolam. Untuk itu bisa memakai jasa gedebog pisang. Potong tiga buah gedebog pisang sepanjang 40 cm, lalu letakkan di atas kakaban dengan dua ruas bambu sebagai alasnya. Agar bisa stabil, gedebog diratakan salah satu sisinya.


Dalam tempo 2-3 hari telur koi sudah mulai menetas. Setelah menetas kakaban diangkat dan dipindahkan ke tempat lain. Nantinya kakaban bisa dipakai lagi di lain kesempatan.
Benih koi umur seminggu masih lembut. Umumnya orang menetaskan telur koi dalam hapa yaitu kantong yang bermata lembut yang biasa untuk menampung benih. Di hapa, benih koi lebih mudah dikumpulkan dan tidak hanyut terbawa aliran air.

Koi yang baru menetas masih membawa kuning telur sebagai persediaan pakan utama yang pertama.
Selama itu mereka belum membutuhkan pakan dari luar karena pencernaannya belum terbentuk sempurna. Dua atau tiga hari kemudian, mereka sudah mulai berenang. Saat ini sudah wak­tunya menyediakan pakan bagi benih. Benih ini harus dipindahkan ke kolam pembesaran yang banyak menganclung pakan alami.


F. Perawatan Benih

Benih yang sudah berenang bebas harus dipindahkan ke kolam pembesaran. Kolam pembesaran ini harus dipersiapkan, agar ditumbuhi pakan alami, seminggu sebelum pemijahan. Adapun langkah-langkah persiapannya sebagai berikut.

Kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari dan disemprot dengan pestisida agar binatang yang tidak dike­hendaki mati. pestisida yang dipakai Dipherex atau Nogos de­ngan dosis 0,5-1,0 ppm. Kemudian untuk menyediakan pakan alami berupa binatang renik, kolam dipupuk dengan kotoran ayam dan jerami. jerami ditindih dengan batu dan diletakkan di sudut­sudut kolam. Volume kotoran ayam 1,5 kg/m2. Pintu pemasukan air ke kolam harus diberi saringan.

Dalam beberapa hari, air yang terkena jerami akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Namun, beberapa hari kemu­dian akan jernih kembali. Jika pemberian kotoran ayam dan jerami tepat, dalam beberapa hari kemudian akan tumbuh infusoria dan fitoplankton. Pada saat ini benih-benih koi sudah bisa di masukkan setelah kurang lebih sepuluh hari, daphnia akan tumbuh.

Jika tidak dapat menumbuhkan pakan alami, terpaksalah memberi pakan benih koi dengan pakan buatan seperti kuning telur yang direbus, tepung udang, susu bubuk untuk anak sapi, dan pakan tepung khusus untuk koi. Untuk menjaga agar air tidak busuk oleh sisa pakan buatan, di kolam dimasukkan air baru agar sisa pakan hanyut.


G. Seleksi Benih

Kegiatan paling sulit dari rangkaian kegiatan pemijahan adalah penyeleksian benih. Penyeleksian dilakukan ketika benih berumur 1 hingga 3 bulan, dan benih dipisahkan menurut ukuran tumbuh dan jenisnya. Ada beberapa ekor koi yang umumnya tumbuh kelewat bongsor, sedangkan sebagian lagi sangat lambat. Penyeleksian ini juga membantu koi yang pertumbuhannya lambat bisa tumbuh normal kembali.

Selama 1-3 bulan penyeleksian dilakukan sebanyak 3 atau 4 kali. Seleksi pertama, dilakukan sekitar 2 minggu setelah menetas bagi Showa, 50 hari setelah menetas untuk Ogan, 60 hari untuk Kohaku dan Taisho-sanke. Benih yang cacat ditandai dengan warna merah, putih, atau hitam saja. Biasanya dari jumlah benih yang menetas, yang bagus hanya 10-20%. Seleksi kedua dilakukan untuk menentukan pola warna dan kualitas secara keseluruhan. Setelah selesai seleksi, makin sedikit benih terbaik yang masih tersisa.

Seleksi benih hanya bisa dilakukan dengan benar oleh mereka yang sudah dekat dengan koi. Penglihatan yang tajam diperlukan untuk mendapatkan benih-benih yang bagus kualitasnya.

Secara umum benih-benih koi yang lolos seleksi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
— Badan dan siripnya normal, tidak cacat.
— Warna badannya sudah nampak menonjol, sesuai dengan varietasnya.
— Warna putih, merah, hitam atau kuning nampak jernih tidak tercampur dengan warna lain.



H. Pra Panen
Koi tumbuh sekitar 2 cm per bulan dan pada usia 60 tahun dapat mencapai panjang hingga 1 m. Bila ikan Koi telah mencapai ukuran pasar yaitu 20 cm dapat dipanen dan dilakukan seleksi akhir, dengan memisah-misahkan jenis, ukuran dan pola warna tubuhnya. Dari hasil seleksi ini, Koi yang terpilih dibesarkan di dalam bak atau kolam semen sambil menunggu harga pasar yang baik.
Dalam penampungan akhir ini, ikan dapat diperbaiki bentuknya, jika terlalu gemuk dibuat langsing atau yang terlalu kurus dibuat lebih gemuk. Pemeliharaan berikutnya diusahakan tidak terlalu padat, akan lebih baik jika dalam bak dilengkapi aerator sehingga kesegaran air terjamin dan dengan pemberian pakan yang baik dapat meningkatkan kualitas warna tubu
h ikan Koi.


Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Lele

Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Lele, kali ini blog Anomali DUnia akan membahas mengenai cara,tips bagaimana mempercepat pertumbukan ikan lele, kenapa ikan lele? dikarenakan jenis ikan ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena pemeliharaanya sangat mudah. Taukah anda tentang keong mas?? Keong Mas (pomacea canaliculata) adalah siput sawah dengan warna cangkang keemasan kadang dianggap hama tetapi berprotein tinggi.

Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Lele
mempercepat pertumbuhan ikan
Kandungan Gizi Keong, menurut Dr Ir Sulistiono, MSc, Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), kandungan gizi keong mas diketahui mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Dari hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas berkisar antara 16 hingga 50 persen.

Selain banyak mengandung protein, hewan dari keluarga moluska ini juga kaya akan kalsium. 
Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen. Pemberian pakan sekitar 4,5 persen tepung keong mas pada peternakan sapi potong juga memberikan hasil pertumbuhan yang cukup baik dan tingkat keuntungan paling tinggi dibandingkan pemberian pakanlain.

Sebagai pakan ikan, penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25 hingga 75 persen memberikan pengaruh cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak. 

Keong mas juga berperan sebagai pengendali keong lain jenis Bulinus sp dan Biophalaria sp yang merupakan inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan penyakit gatal-gatal dan schistosomiasis yang telah menginfeksi lebih dari 200 juta penduduk tropis.

Selain uraian di atas, keong mas yang selama ini dianggap hama yang merusak padi ternyata bisa di manfaatkan untuk mengkondisikan kolam ikan lele, terutama untuk kolam pembesaran.

Adapun beberapa manfaat keongmas diantaranya:
• Untuk membuat mikroorganisme lokal starter
• Untuk campuran pakan buatan

Adapun manfa'at MOL nya adalah:
Untuk mempercepat pengomposan pada media kolam ikan
Mempercepat tumbuhnya plankton dan memperbaiki kondisi air kolam sehingga kandungan oksigen terlarut lebih maksimal.

Beberapa bahan tambahan bisa di campurkan ke dalam MOL keongmas yaitu, NPK dari bahan tumbuh tumbuhan sperti batang pisang dan sabut kelapa dengan cara di fermentasi terlebih dahulu. Cara membuat fermentasi batang pisang dan sabut kelapa cukup mudah yaitu dengan cara di rendam selama satu minggu, setelah fermentasi selesai di lakukan maka larutan siap di gunakan untuk di campurkan pada air kolam.

Manfaat fermentasi keongmas mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang.

Perlakuan air kolam dilakukan pada saat olah lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam/di campurkan pada waktu pemasukan air baru (kolam terpal) atau sekurang-kurangnya setiap 5 hari sekali.


Tahapan Budidaya Cacing Sutra

Tahapan Budidaya Cacing Sutra


Tahapan Budidaya Cacing Sutra, Banyak orang beranggapan bahwa cacing itu binatang yang menjijikkan. Tapi apakah cacing sutra ini sangat menjijikkan? Kali ini admin Anomali Dunia akan membahas tentang Tahapan Budidaya Cacing Sutra.Kenapa cacing sutra diternak? jawabannya karena cacing jenis ini sangat baik untuk pakan ikan dan harganya pun cukup menggiurkan.

Tahapan Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutra merupakan cacing yang berukuran sangat kecil. Cacing jenis ini merupakan cacing yang hidup dengan bergerombol sangat banyak di perairan yang jernih dan kaya bahan organik.
Bahan organik yang baik untuk cacing sutra yaitu campuran antara kotoran ayam, bekatul, dan lumpur.
Cara membudidayakan cacing sutra :

  1. Bibit
    Bibit cacing sutra dapat dibeli dari toko ikan hias yang menjual cacing sutra, bisa juga dari alam. Bibit cacing sutra di diamkan dulu kurang lebih satu hari sebelum penebaran.
  2. Media
    Dibuat sebagai kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap-tiap kubangan dibuat petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi tanggul 10 cm, antar tanggul diberi lubang dengan diameter 1 cm.
  3. Pemupukan
    Kubangan dipupuk dengan ampas tahu sebanyak 200 - 250 gr/m2 atau bisa juga dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/m2.
  4. Fermentasi
    Kubangan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.
  5. Penebaran bibit
    Selama proses budidaya, kubangan dialiri air dengan debit 2-5 liter/detik.
Langkah-langkah membudidayakan cacing sutra :
  • Siapkan kubangan, usahakan kubangan bersih dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra dan dasar kubangan terbebas dari bebatuan atau benda-benda keras lainnya.
  • Pipa air pengeluaran di cek pastikan berfungsi dengan baik.
  • Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kilam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10cm.
  • Gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut, jika kondisinya benar-benar rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semua bagian.
  • Masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudian sebar secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk.
  • Genangi kubangan.
  • Pasang atap berfungsi untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
  • Kubangan yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang (media sudah tidak beraroma busuk).
  • Tebarkan 0.5 liter gumpalan cacing sutra sebagai bibit, dengan cara menyiramnya terlebih dahulu didalam baskom agar gumpalannya buyar.
  • Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan dikubangan ke seluruh permukaan secara merata.
  • Kemudian atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3inci.
7. Panen
Cacing sutra siap untuk dipanen setelah 8-10 hari.


Bagaimana mudah bukan tahapan budidaya cacing sutra, dan selamat mencoba.


Cara Budidaya Belut Dalam Kolam Yang Baik

Cara Budidaya Belut Dalam Kolam Yang Baik
A.  Memilih Tempat / Lokasi Budidaya
belut1Sebelum pembuatan kolam dimulai, lokasi bakal pembuatan kolam perlu diperhatikan. Survei lokasi sehatusnya dilakukan sebagai langkah awal bagipara investor atau peminat sebelum memutuskan untuk membangun kolam. Namun, kenyataan yang terjadi kini sering tidak denikian. Umumnya orang memiliki tanah terlebih dahulu baru tertarik untuk membangun kolam. Meskipun demikian, tidaklah berlebihan jika dalam diktat ini disinggung langkah –langkah yang idelauntuk membuat kolam.
Luas lahan yang akan dibuat kolam harus diukur terlebih dahulu. Kemiringan lahan juga harus diukur, kemudian menentukan batas kolam yang akan dibuat.
Kolam untuk belut, pembuatan kolam meliputi pengamatan letak lahan, pembuatan skema (gambar) konstruksi, pengerjaan pengganlian, serta pemasangan danpembuatan bagian- bagian perlengkapan kolam seperti pintu air, saringan dan lain – lain.

B.    Membuat Kolam
Jika dalam memilih lokasi sudah ditentukan dimana lokasi kolam yang akan dibuat dan telah memenuhi persyaratan maka pembangunan kolam sudah dapat dimulai. Namun sebelumnya harus ditentukan dulu jenis kolam yang akan dibuat sebab kegiatan budidaya belut yang lengkap memerlukan jenis kolam sesuai dengan kegiatan yang hendak dilakukan. Adapun jenis-jenis kolam yang harus ada di suatu areal budidaya belut adalah kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan, dan kolam pembesaran.

Ukuran kolam untuk semua jenis kegiatan tidak sama besarnya, yaitu :

   1. Kolam penampungan induk,ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm
   2. Kolam pemijahan dan pendederan, ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman100 cm
   3. Kolam pembesaran, ukurannya 500 cm X 500 cm dengan kedalaman 120 cm

C.    Media Pemeliharaan
Setelah kolam selesai dibuat yang paling utama adalah pemberian media pemeliharaan  sebelum kolam tersebut dipergunakan, yaitu media untuk tempat hidup  belut berupa tanah sawah atau Lumpur kolam yang sudah dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos ( sekam/gabah padi yang sudah dibusukkan ), jerami padi, cincangan pisang, pupuk Urea, dan pupuk NPK, dengan perbandingan sebagai berikut :

  1. Lapisan pertama paling bawahjerami padi setinggi 40 cm
  2. Diatas jerami ditaburi secara merata pupuk Urea 5 Kg dan NPK 5 Kg
  3. ( Untuk ukuran kolam 500 cm X 500 cm, apabila kolamnya lebih besar atau lebih kecil ukuran ini, perbandingan pupuk diatasdapat dijadikan patokannya )
  4. Lapisan kedua tanah / Lumpur setinggi 5 cm
  5. Lapisan ketiga pupuk kandang setinggi 5 cm lapisan keempat pupuk kompos setinggi5 cm
  6. Lapisan keempat tanah / Lumpur setinggi 5 cm
  7. Lumpur kelima cincangan batang pisang setinggi 10 cm
  8. Lapisan Keenam tanah / Lumpur setinggi 15 cm
  9. Lapisan ketujuh air setinggi 10 cm
  10. Diatas air ditanami secara merat ecenfg gondok sampai menutupi ¾ permukaan kolam.
Setelah semua media pemeliharaan terisi dalam kolam, diamkan media pemeliharaan tersebut selama 2 (Dua) minggu agar seluruh media mengalami proses permentasi. Dan setelah 2 ( Dua ) minggu slesai poroses permentasinya maka benih / bibit belut dapat dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut.

D.    Memilih Benih
Pelaksanaan pengembangbiakkan sudah bisa dimulai dengan telah terlengkapinya  semua sarana yang dibutuhkan. Untuk tahapan ini yaitu memilih benih. Agar diperoleh belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal, benih yang dipilih harus memenuhi syarta sebagai berikut :
  1. Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus, yaitu tidak ada luka bekas gigitan,
  2. Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.
  3. Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras, tidak lemas jika di pegang
  4. Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan
  5. Usianya berkisar 2 bulan – 4 bulan
Belut mempunyai kelamin ganda (Hermaprodit) pada kehidupannya. Belut ini menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. Belut muda selalu berkelamin betina. Sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan. Dan karena sifat – sifat belut serupa itu, amka pada belut bisa terjadi masa kosong kelamin atau banci. Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri.
Induk belut yang baik dapat dikenali dari penampilannya. Untuk mengetahui induk belut yang baik, berikut diberikan cirri-ciri induk belut jantan dan induk belut betina.

a.    Ciri Induk Belut Jantan
  • Berukuran panjang lebih dari 40 cm
  • Warna permukaan kulit lebih gelap atau abu – abu
  • Bemtuk kepala tumpul
  • Usianya diatas sepuluh tahun
b.    Ciri Induk Belut Betina
  • Berukuran panjang antara 20 cm -30 cm
  • Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda
  • Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya
  • BEntuk kepala runcing
  • Usianya dibawah sembilan bulan
E.    Perkembangbiakkan Belut
Belut ini mudah berkembang biak dialam, tetapi juga tidak sulit dikembangbiakkan di kolam, asal media dikolam menyerupai habitat aslinya. Secara alami berkembang biak setahun sekali, tapi dengan masa perkawinan yang amat panjang yaitu mulai dari musim penghujan sampai dengan permulaan musim kemarau ( Kurang lebih empat sampai lima bulan )

Perkawinan belut umumnya tiba akan terlihat belut jantan berbomdong ramai – ramai berenang ke berbagai penjuru kearah tepian. Diperairan yang dangkal itulah nantinya belut jantan menggali lubang perkawinan. Lubang perkawinan diabangun mirip “U” . Selanjutnya dalam lubang tersebut belut jantan lalu membuat gelembung-gelembung udara yang membusa di permukaan air diatas salah satu lubnagnya. Busa – busa tersebut berguna untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Belut jantan menanti kehadiran belut betina di lubang yang tidak diliputi busa.

Setelah belut betina yang dinanti tiba, sebelum perkawinan dilangsungkan akan terjadi cumbu-cumbuan mesra terlebih dahulu. Dalam perkawinan telur-telur dari betina akan dikeluarkan disekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung pada permukaan aor. Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dicakup belut jantan untuk disemburkan dan diamankan dalam lubang persembunyian.

Kemudian belut jantanlah yang akan menjalani tugas menjaga telur – telur tersebut  sampai menetas. Selama menjaga telur ini belut jantan galaknya bukan main. Setiap mahluk yang mendekat ke sarang pasti akan diserang.

F.    Penetasan
Telur –telur dialam akan menetas setelah 9-10 hari kemudian. Tetspi untuk dikolam pendederan dan pemijahan telur-telur belut akan menetas dalam waktu 12-14 hari. Sewaktu baru menetas warna anak belut kuning setelah itu pelan – pelan berubah menjadi kuning kecoklatan dan selanjutnya menjadi coklat muda. Anak –anak belut yang sudah menetas sementara masih diasuh oleh belut jantan selama dua minggu. Setelah berumur 15 hari anak-anak belut sudah bisa berenag sendiri dan meninggalkan sarana penetasan. Mereka sudah mampu menggali lubnag dan mencari makanan sendiri tempat lain.

G.    Makanan dan Kebiasaan Makan
Secara alamiah belut memakan berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air. Seperti serangga, siput, Cacing. Amak katak dan anak ikan. Jadi belut termasuk golongan karnivora yaitu ikan pemakan binatang lain.

Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain Protozoa (Hewan bersel satu ), Mikrokrusasea (Udang-udangan renik), invertebrate mikroskopik       ( hewan –hewan tak bertulang belakang yang kecil-kecil ). Sedangkan beluta yang mulai dewasa memakan larva-larva serangga, cacing siput, berudu kodok, dan benih-benih ikan yang masih lemah.

Karena belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut mencari makanannya. Untuk itu belut mnyergap mangsanya dengan menbuat lubang perangkap. Lubang ini  dibuat denganmenggali Lumpur, baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa. Lubang penyerga[ ini bergaris tengah 5 cm dan memanjang seperti terowongan. Bentuk lubang mula-mula tegak ke bawah, lalu membengkok dan mendatar.

H.    Hama Belut
Belut tidak terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri. Yang diderita belut hanya disebabkan oleh kekurangan pakan, kekeringan atau dimakn oleh sesama belut. Jadi agar belut peliharaan tetap sehat, usahakan jangan kekurangan pakan dan kondisi kolam pemeliharaan airnya teteap mengalir.

Hama belut selain sebagai pemangsa, juga dapat sebagai pesaing dalam hal konsumsi pakan. Hama dan pemangsa yang bisa menyerbu kolam pemeliharaan belut antara lain :  Burung belibis, Bebebk / Itik, Berang – berang dll

Cara yang terbaik dan tepat dalam pengendalian hama dan pemangsa belut, yaitu dengan cara membuat kondisi kolam pemeliharaan rapih sesuai aturan dan sesuai dikontrol agar tidak menjadi sarang bagi hama pemangsa.

I.    Panen
Untuk memanen belut, diperlukan ketepatan waktu panen dan cara panen. Wadah penampungan juga perlu disiaokan untuk membawa belut hasil panen di lokasi penjualan. Belut siap dipanen untuk kebutuhan pasar local dari mulai penaburan benih minimal 3 bulan ( Sisitem dengan pembesaran ), sedangkan untuk kebutuhan pasar ekspor dari mulai penaburan benih minimal 6 bulan ( sisitem dengan pembesaran ).

J.    Paska Panen
Perlakuan paska panen yang perlu diperhatikan adalah membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan bila ada yang bocor. Hendaknya media pemeliharaan dapat digantikan dengan yang baru, supaya zat renik-renik makanan untuk belut tidak habis dan tumbuh banyak

K.    Pemasaran
Belut merupakan makanan konsumsi manusia. Untuk itu, belut dapat dipasarkan di pasar-pasar ikan dan pasar tradisional.     Saat ini di bandung masih mudah menjual belut. Jumlah permintaan saat ini masih sangat besar, di pasar Kosambi Bandung masih membutuhkan jumlah dari 100 Kg belut hidup perhari. Dipasar Ciroyom Bandung setiap harinya juga membutuhkan lebih dari 500 Kg belut hidup. Dengan harga eceran rata-rata Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 20.000 per Kg –nya. Untuk belut yang jumlah per Kg-nya sebnayak 20-30 ekor.

Sedangkan untuk pasar ekspor masih sangat kekurangan sekali, karena permintaan Negara Hongkong sebnanyak 8.000 Kg perhari baru dapat terpenuhi 3.000 Kg. Belum permintaan dari Negara lain seperti Jepang, Malaysia, Korea, Itali, Perancis, dan Belanda belum bisa terpenuhi.

L.    Pencatatan
Pencatatan adalah suatu kegiatan mencatat semua kegiatan pembudidayaan. Pencatatan memuat informasi, diantaranya : Tanggal memasukkan benih, jadwal pemberian pakan. Jadwal panen, data peoduksi dan lain – lain.


PEMBESARAN BELUT DI KOLAM

Persiapan Kolam
  1. Kolam dibuat ukuran minimal 25m2 ( 5 m X 5 m ) dengan kedalaman 1,2m
  2. Kolam diberi media pemeliharaan berupa tanah / Lumpur sawah, pupuk kandang, jerami padi, batang pisang, dll sesuai dengan pemakaiannya
  3. Setelah semua media dimasukkan kedalam kolam, diamkan media tersebut selama 2 minggu sebelum benih ditebarkan agar terjadi proses fermentasi
Penebaran Benih
Padat penebaran disesuikan dengan kapasitas optimal kolam, yaitu 1,5 Kg benih untuk 1 m2, jadi untuk 5 m x 5 m = 25 m2 dibutuhkan benih 25 X 1,5 = 38 Kg dibulatkan jadi 40 Kg

Pemeliharaan
  1. Lama pemeliharaan 3 – 6 bulan
  2. Pakan diberikan berupa cacing, ikan, anak katak hijau, belatung, dll, dengan perbandingan 5 % per hari dari jumlah benih yang ditebar ( Sebagai contoh 40 Kg benih perharinya membutuhkan pkan 40 Kg X 5 % = 2 Kg perhari )
  3. Pakan ditebarkan langsung atau ditanamkan dibawah media pemeliharaan
  4. Aliran air diusahakan tetap lancer
Pemanenan
  1. Pemanenan belut dilakukan jika bobotnya sudah memenuhi ukuran pasar ( 100 Gr -200 Gr per ekornya atau 1 Kg berjumlah 10 -20 ekor ), biasanya setelah 3 bulan ( pasar local ) dan 6 bulan ( pasar ekspor )
  2. Pemanenan dilakukan dengan bantuan bubu ( satu hari sebelum pemanenan total dengan pengeringan kolam )
JADWAL PEMBERIAN PAKAN BELUT

Pakan mulai dinerikan setelah benih belut masuk ke kolam pembesaran 3 hari, yaitu diberikan pada hari ke-4 dengan jumlah pemberian pakan sebagai berikut :


Hari Ke -

Persentasi Dari Jumlah Benih Yang di tebar

Jumlah Kg yang diberikan

Setiap hari (U/ 40 Kg benih )

Total Pemberian Pakan

04-33

5 %


2 Kg

60 Kg

34-47

7,5 %


3 Kg

42 Kg

48-61

10 %


4 Kg

56 Kg

62-75

12,5 %


5 Kg

70 Kg

76-89

15 %


6 Kg

84 Kg

90-96

17,5 %


7 Kg

49 Kg

97-103

20 %


8 Kg

56 Kg

104-110

22,5 %


9 Kg

63 Kg

111-117

25 %


10 Kg

70 Kg

118-124

27,5 %


11 Kg

77 Kg

125-131

30 %


12 Kg

84 Kg

132-138

32,5 %


13 Kg

91 Kg

139-145

35 %


14 Kg

98 Kg

146-152

37,5 %


15 Kg

105 Kg

153-159

37,5 %


15 Kg

105 Kg

160-166

37,5 %


15 Kg

105 Kg

167-173

37,5 %


15 Kg

105 Kg

174-180

37,5 %


15 Kg

105 Kg

Total

1.425 Kg


Anda telah membaca artikel dengan judul Cara Budidaya Belut Dalam Kolam Yang Baik, semoga membantu anda sekalian.